- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Mensos RI Tinjau Lokasi Banjir di Desa Keramat Kabupaten Banjar

Keterangan Gambar : Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf saat berada lokasi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka meninjau langsung lokasi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Melalui RSGM Gusti Hasan Aman Bantu Warga Terdampak Banjir di Sungai Tabuk0
- Ringankan Beban Warga Terkena Banjir, DKP Kalsel Salurkan Bantuan di Teluk Selong0
Dalam kunjungannya, Mensos menyampaikan bahwa dari hasil pantauan di lapangan, genangan air di beberapa kawasan yang berada dekat aliran sungai masih tergolong tinggi dan memerlukan waktu untuk dapat surut sepenuhnya. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga belum dapat kembali bermalam di rumah dan masih harus mengungsi.
“Tadi saya melihat langsung, memang di satu kawasan dekat sungai airnya masih cukup tinggi dan memerlukan waktu untuk surut. Karena itu, dukungan logistik masih sangat dibutuhkan, mulai dari makanan siap saji, pakaian, khususnya untuk lansia, anak-anak dan ibu-ibu, kebutuhan khusus perempuan, hingga selimut,” kata Mensos, Banjar, Minggu (4/1/2026).
Ia menegaskan, Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, Dinas Sosial, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Berdasarkan data sementara, tercatat lebih dari 1.200 kepala keluarga atau sekitar 4.000 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Banjar.
“Bantuan sembako akan kita salurkan kepada seluruh keluarga terdampak setelah data lengkap masuk. Semangat gotong royong ini yang terus kita perkuat,” tegasnya.
Mensos juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Menurutnya, jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, maka potensi kenaikan debit air masih sangat besar. Oleh karena itu, warga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan saling mengingatkan satu sama lain.
Terkait upaya penanganan banjir, Mensos menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Setiap kali Kementerian Sosial turun ke lapangan, pasti bersama pemerintah provinsi dan kabupaten. Di dalamnya ada BPBD, Dinas Sosial, TNI, Polri, serta relawan dan LSM. Kita bahu-membahu mengidentifikasi masalah dan mencari solusi terbaik,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, menambahkan bahwa saat ini Kabupaten Banjar menjadi prioritas penanganan banjir di Kalimantan Selatan.
Pemerintah provinsi bersama BPBD dan Dinas Sosial terus bersiaga dan memberikan layanan kepada masyarakat terdampak, termasuk penyediaan dapur umum dan bantuan sembako.
“Untuk daerah lain, situasi relatif terkendali dan sudah surut. Namun di Kabupaten Banjar kita fokuskan penanganan, sambil terus memantau perkembangan cuaca,” ujarnya.
Kunjungan kerja Mensos RI ini diharapkan dapat mempercepat penanganan banjir serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak di Desa Keramat dan sekitarnya dapat terpenuhi secara optimal. (Red/MC)


Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0




.jpg)








