- Perdana di 2026, Bupati Tanbu Andi Rudi Latif Lantik Puluhan Pejabat Eselon II, III, dan IV
- Pelindo Kotabaru Fasilitasi Pengiriman Alat Berat untuk Bantuan Kemanusiaan di Sumatera
- Gubernur Muhidin: Surplus Beras Kalsel Saat Ini Capai 1,2 Ton, Tertinggi di Kalimantan
- Banjir Rob 2,7 Meter Intai Muara Barito, Walhi: Warga Terancam Materil dan Psikologis
- Gubernur Kalsel Sampaikan Wacana Kunjungan Presiden dan Wapres, Tinjau Banjir dan Sekolah Rakyat
- Usai Banjir, BPBD Balangan Catat 13.825 jiwa terdampak di 34 Desa
- BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob 2-9 Januari 2026 di Perairan Kotabaru dan Muara Sungai Barito
- Gubernur Muhidin Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama dan Tegaskan Akan Evaluasi Secara Berkala
- BMKG Rilis Prospek Cuaca Kalsel 7–13 Januari 2026, Warga Diminta Waspada!
- Soal Pelayanan Kesehatan di Kotabaru, Abu Suwandi: Akan Ada Evaluasi Besar-Besaran
Usai Banjir, BPBD Balangan Catat 13.825 jiwa terdampak di 34 Desa

Keterangan Gambar : Data Pusdalops BPBD Balangan mencatat sebanyak 34 desa terdampak selama periode 27 Desember 2025 - 3 Januari 2026. (Foto: Mc.Balangan)
Paringin, Borneopos.com - Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan sejak akhir Desember 2025 berdampak pada puluhan desa di enam kecamatan.
Baca Lainnya :
- BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob 2-9 Januari 2026 di Perairan Kotabaru dan Muara Sungai Barito0
- Gubernur Muhidin Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama dan Tegaskan Akan Evaluasi Secara Berkala0
Data Pusdalops BPBD Balangan mencatat sebanyak 34 desa terdampak selama periode 27 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Dampak bencana tersebut dirasakan oleh ribuan warga di berbagai wilayah. Total tercatat sebanyak 4.289 kepala keluarga dengan jumlah 13.825 jiwa terdampak.
Enam kecamatan yang terdampak meliputi Awayan, Tebing Tinggi, Halong, Juai, Paringin Selatan, dan Lampihong. Sebaran dampak bencana terjadi dengan tingkat kerusakan yang bervariasi di masing-masing wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, Senin (5/1/2026) menyampaikan, bahwa kondisi masyarakat terdampak saat ini telah menunjukkan perkembangan positif. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan situasi di wilayah terdampak berada dalam kondisi aman dan terkendali.
“Berdasarkan hasil peninjauan dan pengecekan di lapangan, kondisi masyarakat terdampak khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi sudah dalam keadaan aman dan terkendali,” katanya.
Secara keseluruhan, dampak kerusakan rumah warga terdiri dari 210 rumah rusak ringan, 189 rumah rusak sedang, dan 48 rumah rusak berat. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak akibat bencana tersebut.
Fasilitas yang terdampak meliputi 13 bangunan kantor, 30 fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas lainnya, serta 44 tempat ibadah. Infrastruktur yang mengalami kerusakan mencakup jalan sepanjang empat kilometer dan sembilan unit jembatan.
Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Tercatat sebanyak 1.328 rumah terdampak dengan rincian 210 rumah rusak ringan, 189 rumah rusak sedang, dan 41 rumah rusak berat.
Jumlah kepala keluarga terdampak di Kecamatan Tebing Tinggi tercatat sebanyak 1.328. Total jiwa terdampak di wilayah tersebut mencapai 4.461 orang.
Di Kecamatan Halong, bencana berdampak pada 747 rumah dengan tujuh rumah mengalami kerusakan berat. Jumlah kepala keluarga terdampak tercatat sebanyak 749 dengan total 2.445 jiwa.
Sementara itu, di Kecamatan Awayan tercatat sebanyak 1.515 rumah terdampak. Jumlah kepala keluarga terdampak di wilayah ini mencapai 1.515 dengan total 1.473 jiwa.
Kerusakan infrastruktur di Kecamatan Awayan meliputi jalan raya sepanjang 3,5 kilometer. Selain itu, sejumlah fasilitas umum lainnya juga turut terdampak.
Data Pusdalops BPBD Balangan juga mencatat dampak di Kecamatan Juai sebanyak 482 rumah terdampak. Kecamatan Paringin Selatan tercatat 121 rumah terdampak dan Kecamatan Lampihong sebanyak 81 rumah terdampak.
Seluruh wilayah terdampak kini memasuki tahapan transisi pemulihan pascabencana. Peralihan ini dilakukan seiring berakhirnya masa status tanggap darurat bencana.
“Selanjutnya ditetapkan status transisi pemulihan siaga darurat bencana, dengan kegiatan yang berfokus pada upaya pemulihan dan normalisasi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Dengan beralihnya status penanganan, fokus diarahkan pada pemulihan menyeluruh kondisi masyarakat dan wilayah terdampak. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap hingga aktivitas warga dapat kembali normal. (red/MCBlgn)
Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0





.jpg)





