- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob 2-9 Januari 2026 di Perairan Kotabaru dan Muara Sungai Barito

Keterangan Gambar : Rilies BMKG Kasel
Banjarbaru, Borneopos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang berpotensi terjadi di perairan Kotabaru serta perairan Muara Sungai Barito, Kalimantan Selatan, pada periode 2 hingga 9 Januari 2026.
Baca Lainnya :
- Gubernur Muhidin Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama dan Tegaskan Akan Evaluasi Secara Berkala0
- Opini | Pawang Bencana?0
Prakirawan BMKG, Rianita Sekar, menjelaskan bahwa fenomena tersebut dipengaruhi oleh fase bulan purnama pada 3 Januari 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, terdapat potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Masyarakat pesisir kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pasang maksimum air laut selama periode 2 hingga 9 Januari 2026,” ujar Rianita, Selasa (6/1/2026).
Untuk perairan Kotabaru, pasang maksimum berpotensi terjadi pada 2–9 Januari 2026 pukul 16.00–22.00 WITA, dengan ketinggian pasang mencapai 2,9 meter.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir perairan Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
Sementara itu, di perairan Muara Sungai Barito, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada 2–9 Januari 2026 pukul 18.00–01.00 WITA, dengan ketinggian pasang mencapai 2,8 meter.
Wilayah terdampak meliputi pesisir perairan Sungai Barito dan sekitarnya. BMKG memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi di wilayah pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta sektor perikanan darat.
Masyarakat pesisir diimbau untuk, mengamankan barang dan aset di wilayah rawan genangan, mengatur aktivitas pelabuhan dan perikanan menyesuaikan jadwal pasang, dan mengikuti informasi cuaca dan kelautan resmi dari BMKG. (Red/MC)

Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
Berita Banjarbaru

.jpg)




.jpg)







