- Indocement Gandeng Mondi Group Bangun Pabrik Kantong Semen di Citeureup
- Pemkab Kotabaru Gelar Apel Rutin Hari Kesadaraan Nasional
- Kadisparpora Kotabaru: Kami Bangga Dengan Para Atlet Taekwondo Yang Ukir Banyak Prestasi
- Opini | Advokasi dan Kerja Kolaborasi Iklim Usaha
- Pra Musrenbang, Banjarbaru Matangkan Strategi Penanganan Stunting
- Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar
- Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Dorong Kesiapsiagaan Lintas Sektor
- Pemprov Kalsel Dorong Sinergi Forum Kerukunan Umat Beragama Hadapi Dampak Krisis Global
- Klarifikasi HOAX Disbunnak Kalsel Soal Sertifikat Veteriner
- Kadisparpora Kotabaru Ajak Warga Kembangkan Pariwisata Bumi Saijaan
UPTD Laboratorium Lingkungan Kalsel Optimistis Tingkatkan PAD 2026 dan Jadi Laboratorium Rujukan Pr

Keterangan Gambar : Personil UPTD Laboratorium Lingkungan Kalsel saat melakukan kegiatan dilapangan.
Banjarbaru, Borneopos.com - Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Laboratorium Lingkungan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Lepas 50 Anggota KORPRI Purna Tugas, Sekda Apresiasi Dedikasi ASN0
- Pemprov Kalsel Perkuat Program Strategis Menuju Swasembada Daging0
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan, Masliyana, menjelaskan bahwa UPTD Laboratorium Lingkungan memiliki tugas melaksanakan kegiatan teknis operasional di bidang pelayanan laboratorium lingkungan.
“Laboratorium lingkungan melayani pengujian air, udara, dan tanah untuk mengetahui kualitas lingkungan. Selain itu, kami juga menyusun kebijakan teknis operasional, program kerja, melakukan koordinasi dan pembinaan ke 13 Kabupaten/Kota, pengaturan serta pengendalian pelayanan, hingga monitoring, evaluasi dan pelaporan,” kata Masliyana, Banjarbaru, Kamis (26/2/2026).
Masliyana menambahkan, pihaknya juga melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan dalam rangka mendukung fungsi pengawasan dan perlindungan lingkungan hidup di Kalimantan Selatan.
Untuk tahun 2026, UPTD Laboratorium Lingkungan menargetkan PAD sebesar Rp1,8 Miliar, meningkat dari target tahun sebelumnya sebesar Rp1,7 Miliar. Bahkan, pada tahun berikutnya ditargetkan kembali naik menjadi Rp1,9 Miliar.
Meski demikian, capaian tahun sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi target. Dari target Rp1,7 Miliar, realisasi yang dicapai sekitar Rp1,49 Miliar lebih atau 87,66 persen.
Menurut Masliyana, belum tercapainya target tersebut dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya tingginya kompetisi antar laboratorium di Kalimantan Selatan.
“Di Kalsel ini banyak laboratorium, tidak hanya swasta tetapi juga milik pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota. Selain itu, laboratorium provinsi tidak memiliki wilayah kerja khusus, sementara perusahaan-perusahaan berada di kabupaten/kota yang juga memiliki laboratorium sendiri,” jelasnya.
Menghadapi tantangan tersebut, UPTD Laboratorium Lingkungan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target PAD 2026.
Salah satunya adalah meningkatkan promosi layanan, baik melalui grup pelanggan, komunikasi langsung dengan perusahaan-perusahaan, maupun pemanfaatan media sosial.
Selain itu, keberadaan gedung baru laboratorium diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan. Namun demikian, Masliyana menegaskan bahwa gedung baru saja tidak cukup untuk mendongkrak PAD tanpa didukung sarana prasarana dan SDM yang memadai.
“Gedung baru tidak otomatis meningkatkan PAD kalau tidak diiringi penambahan peralatan dan sumber daya manusia. Kami berharap dalam APBD Perubahan nanti usulan penambahan alat dapat disetujui pemerintah daerah,” tambahnya.
Ke depan, UPTD Laboratorium Lingkungan Provinsi Kalsel diharapkan dapat menjadi laboratorium rujukan. Dengan demikian, apabila laboratorium di Kabupaten/Kota mengalami kelebihan beban layanan, maka pengujian dapat dirujuk ke tingkat provinsi.
Dengan berbagai strategi tersebut, UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Provinsi Kalsel optimistis mampu meningkatkan kinerja pelayanan sekaligus mencapai target PAD yang telah ditetapkan. (red/mckls)

Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0





.jpg)
.jpg)
.jpg)
_(1).png)




