- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Pemprov Kalsel Perkuat Program Strategis Menuju Swasembada Daging

Keterangan Gambar : Tim Disbunnak saat mengunjungi kandang sapi komunal, Senin (23/2/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah menuju swasembada daging, khususnya daging merah, melalui berbagai program strategis berbasis integrasi lintas sektor.
Baca Lainnya :
- Momentum Imlek, Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan0
- Komisi IX DPR RI Kunjungi Kalsel, Perkuat Sinergi Penanganan Stunting dan Program MBG0
“Kalau untuk daging sapi, kita sudah swasembada. untuk daging merah, kita fokus pada program pengembangan sapi yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan sektor perkebunan, tanaman pangan, kehutanan, hingga pertambangan,” ujar Suparmi, Senin (23/2/2026).
Program tersebut merupakan inovasi lanjutan dari integrasi kelapa sawit dan sapi yang sebelumnya telah dijalankan. Melalui skema ini, pengembangan sapi tidak hanya berdiri sendiri, tetapi dikolaborasikan dengan berbagai sektor pendukung untuk menciptakan ekosistem produksi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Disbunnak Kalsel mengedepankan pola kemitraan strategis dengan berbagai entitas, termasuk perusahaan perkebunan, industri kehutanan, serta sektor pertambangan. Tanaman pakan ternak menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan pakan berkelanjutan, sementara sektor kehutanan berperan dalam penyediaan lahan.
Sektor pertambangan juga dilibatkan melalui pemanfaatan lahan eks reklamasi tambang untuk pengembangan peternakan sapi. Selain itu, dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) produktif dari perusahaan pertambangan diarahkan untuk membantu peningkatan populasi sapi di Kalimantan Selatan.
“Pertambangan kita dorong untuk memanfaatkan lahan eks reklamasi dan CSR produktifnya guna mendukung peningkatan populasi sapi. Ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat produksi daging merah,” jelasnya.
Program ini telah mulai berjalan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan duplikasi dan perluasan program ke berbagai kabupaten/kota serta industri terkait lainnya agar dampaknya semakin luas.
Dengan pendekatan terintegrasi dan kolaboratif tersebut, Pemprov Kalsel optimistis target swasembada daging merah dapat tercapai secara bertahap, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (red/mckls)

Baca Lainnya :
- Pelatihan Kerja Gratis 2026! Segera Daftar di BLK Kalsel0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0




.jpg)








