- Awalludin Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus DPD KNPI Kalsel 2026–2029
- Forum Kemitraan IKM Se-Kalsel Perkuat Jaringan Usaha dan Akses Pasar Industri Lokal
- Dispersip Kotabaru Gelar Story Telling, Program Perdana Literasi Anak Tahun 2026
- Disparpora Kotabaru Genjot Pariwisata dan Olahraga, Target Tembus 3 Besar Kalsel
- Bukit Mamake Jadi Tempat Edukasi Alam SMP Muhammadiyah Kotabaru Pada Giat Outing Class
- Kurangi Sampah di TPA, Kadis LH Kotabaru Melinda Turun ke Masyarakat Sosialisasikan Program BAPILAH
- DPRD Kotabaru Gelar FGD di Banjarmasin, Bahas 5 RAPERDA
- Siswa SMPN 1 Mekarpura, Bramseto Dimas Prayogo Raih Juara 1 di Taekwondo Championship 2026
- Polda Kalsel Bongkar Penyelundupan 43,8 Kilogram Sabu dari Malaysia
- Ketua DPRD Kotabaru Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu
Pemprov Kalsel Perkuat Program Strategis Menuju Swasembada Daging

Keterangan Gambar : Tim Disbunnak saat mengunjungi kandang sapi komunal, Senin (23/2/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah menuju swasembada daging, khususnya daging merah, melalui berbagai program strategis berbasis integrasi lintas sektor.
Baca Lainnya :
- Momentum Imlek, Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan0
- Komisi IX DPR RI Kunjungi Kalsel, Perkuat Sinergi Penanganan Stunting dan Program MBG0
“Kalau untuk daging sapi, kita sudah swasembada. untuk daging merah, kita fokus pada program pengembangan sapi yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan sektor perkebunan, tanaman pangan, kehutanan, hingga pertambangan,” ujar Suparmi, Senin (23/2/2026).
Program tersebut merupakan inovasi lanjutan dari integrasi kelapa sawit dan sapi yang sebelumnya telah dijalankan. Melalui skema ini, pengembangan sapi tidak hanya berdiri sendiri, tetapi dikolaborasikan dengan berbagai sektor pendukung untuk menciptakan ekosistem produksi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Disbunnak Kalsel mengedepankan pola kemitraan strategis dengan berbagai entitas, termasuk perusahaan perkebunan, industri kehutanan, serta sektor pertambangan. Tanaman pakan ternak menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan pakan berkelanjutan, sementara sektor kehutanan berperan dalam penyediaan lahan.
Sektor pertambangan juga dilibatkan melalui pemanfaatan lahan eks reklamasi tambang untuk pengembangan peternakan sapi. Selain itu, dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) produktif dari perusahaan pertambangan diarahkan untuk membantu peningkatan populasi sapi di Kalimantan Selatan.
“Pertambangan kita dorong untuk memanfaatkan lahan eks reklamasi dan CSR produktifnya guna mendukung peningkatan populasi sapi. Ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat produksi daging merah,” jelasnya.
Program ini telah mulai berjalan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan duplikasi dan perluasan program ke berbagai kabupaten/kota serta industri terkait lainnya agar dampaknya semakin luas.
Dengan pendekatan terintegrasi dan kolaboratif tersebut, Pemprov Kalsel optimistis target swasembada daging merah dapat tercapai secara bertahap, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (red/mckls)

Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0
Berita KALSEL




.jpg)







