- Tim Polda Kalsel Sidak Pasar Pandu, Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman jelang Ramadhan
- Infrastruktur Jadi Prioritas, DPRD Kotabaru dan PUPR Tinjau Jalan Rusak
- Komisi III DPRD Kotabaru Siap Kawal Pemeliharaan Jalan Pulaut Timur ke Pulau Laut Selatan
- Satu Tahun Salurkan MBG di Pulau Laut Utara, Kepala SPPG Semayap : Semua Berjalan Lancar
- Safari Ramadhan 1447 H di Kelumpang Selatan, Pemkab Kotabaru Serahkan Berbagai Bantuan
- Sambut Arus Mudik Lebaran 2026, Pelindo Kotabaru Pastikan Pelayanan Aman dan Nyaman
- Dukung Visi Misi Bupati Tingkatkan PAD, Disparpora Kotabaru Gelar Lomba Religius di Siring Laut
- Kepala Sekolah MAN Kotabaru Sebut 7 Bulan MBG Berjalan Lancar
- Pemda Kalsel Didorong Aktif Fasilitasi Pendaftaran Merek Kolektif Koperasi Merah Putih
- Inflasi Kalsel Februari 2026 Capai 0,86 Persen, BI Perkuat Langkah Pengendalian Harga
Tekan Angka Pernikahan Dini Pemko Banjarbaru Gelar Dialog Kebijakan Publik
.jpg)
Keterangan Gambar : Pemenang Lomba Beropini Perkawinan Anak di Bawah 19 Tahun, Kamis (12/2/2026).
BANJARBARU, Borneopos.com – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan perkawinan anak di bawah usia 19 tahun. Hal tersebut ditegaskan dalam Dialog Kebijakan Publik 1 yang dirangkaikan dengan Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Lomba Beropini Perkawinan Anak di Bawah 19 Tahun, bertempat di Aula Pangeran Samudera Lantai 2, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru, Kamis (12/02/2026).
Baca Lainnya :
- Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia, Diskominfo Banjarbaru Gelar Bimtek Visualisasi Data Statis0
- Disdukcapil Banjarbaru Terima Predikat Zona Integritas Menuju WBK/WBBM0
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membedah berbagai faktor yang masih menyebabkan tingginya angka dispensasi nikah, sekaligus memperkuat peran edukasi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya pernikahan dini.
Wali Kota Banjarbaru yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, H. Marhain Rahman, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar dialog kebijakan ini mampu menggali akar persoalan secara komprehensif.
“Melalui dialog ini, saya berharap kita bisa membedah apa yang membuat angka dispensasi nikah masih tinggi, bagaimana peran edukasi di tingkat keluarga dan sekolah, serta bagaimana kebijakan kita dapat mempersempit ruang terjadinya pernikahan dini tanpa mengesampingkan hukum agama dan norma yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk turut berperan aktif membantu pemerintah sebagai jembatan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman tentang dampak sosial, kesehatan, dan masa depan anak akibat perkawinan di usia dini.
Selain itu, H. Marhain Rahman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor di lingkungan pemerintah daerah. Seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta memastikan kebijakan yang diambil berjalan selaras, mulai dari kemudahan akses pendidikan hingga penguatan layanan konseling remaja.
“Pencegahan pernikahan dini hanya dapat berhasil secara optimal apabila dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat, dengan kebijakan yang saling mendukung dan berkelanjutan,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Beropini Perkawinan Anak di Bawah 19 Tahun, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyuarakan pandangan kritis dan solutif terkait isu perkawinan anak.
Melalui dialog kebijakan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap dapat merumuskan langkah-langkah konkret dan kolaboratif dalam menekan angka perkawinan anak, demi mewujudkan generasi yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing menuju Banjarbaru Emas. (red/mcbjb)
.jpg)
.jpg)
Baca Lainnya :
- Banjarbaru Kembali Raih Prestasi Nasional, Jaminan Kesehatan Warga Capai 95 %0
- Wali Kota Lisa Halaby Lantik Pengurus KEK Banjarbaru 0














