PT. Hilcon Tak Bayar Gaji Karyawan, Puluhan Pekerja Mengadu ke DPRD Kotabaru

Reported By Pimred Borneo Pos 11 Feb 2026, 10:27:10 WIB Kotabaru
PT. Hilcon Tak Bayar Gaji Karyawan, Puluhan Pekerja Mengadu ke DPRD Kotabaru

Keterangan Gambar : Karyawan PT. Hilcon di halaman Kantor DPRD Kotabaru, Senin (9/2/2026).




Kotabaru, Borneopos.com  -  Puluhan perwakilan pekerja PT. Hilcon Jaya Sakti mendatangi kantor DPRD Kotabaru, Senin (9/2/2026).


Baca Lainnya :

Hal ini buntut tingkah PT. Hincon yang tak terbuka dan jujur terhadap karyawan, sebab dan musabab belum di bayarnya pekerja.


Menurut informasi yang dihimpun Borneopos.com, karyawan PT. Hilcon biasanya menerima gaji setiap akhir bulan, namun kini hingga minggu kedua bulan berjalan, mereka tak kunjung menerima gaji.


Salah satu perwakilan karyawan, Ardi menyampaikan keluh kesah mereka di hadapan Ketua DPRD Suwanti dan Wakil Ketua,  Chairil Anwar.


"Gaji yang seharusnya diterima setiap akhir bulan hingga kini tak kunjung cair," ucapnya.


Selain itu, iya juga menyebut bahwa PT. Hilcon rutin melakukan pemotongan Iuran BPJS Ketenagakerjaan, namun kami menduga iuran tersebut tidak disetorkan perusahaan ke pihak BPJS.


Hal ini terkuak, lanjut Ardi ketika ada salah satu rekan mereka yang meninggal dunia dan keluarga almarhum tidak bisa mengklaim santunan BPJS Ketenagakerjaan karena status kepesertaan yang tidak aktif.


“Ini sangat memilukan. Gaji kami dipotong setiap bulan untuk iuran, tapi ternyata tidak dibayarkan ke BPJS. Akibatnya, saat ada kawan kami meninggal, keluarganya kehilangan hak santunan,” ucap Ardi.


Selain hal diatas, beberapa pekerja juga menyampaikan kekhawatiran masa depan pekerja seiring adanya isu pergantian kontraktor baru, dari PT. Hilcon ke PT. Dharma Henwa tbk (DEWA).


Informasi yang di terima Borneopos.com, dari salah satu karyawan Owner, Sebuku Coal Group yang tak mau namanya disebut, pada Selasa (10/2/2026) mengungkapkan bahwa pergantian kontraktor pertambangan tersebut jika berjalan lancar, akan di jadwalnya akan berlangsung bulan Maret-April 2026.


Saat Borneopos.com melintas di jalan houling Sebuku Coal Group dari desa Selaru menuju desa Bekambit, tampak puluhan Dump Truck, alat berat dan peralatan tambang lainnya tidak beroperasi. (red)



Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment