- Polres Sumba Timur Amankan Tiga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kawasan Taman Nasional Matalawa
- Polisi Ringkus Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Santri
- Menko Pangan Serap Aspirasi Petani Lampung, Perkuat Pupuk dan Harga Panen
- Badan Bahasa Gandeng Misionaris Jadi Duta Bahasa Indonesia di Dunia
- Muhidin Ingin Pejabat Pemprov Kalsel Diisi SDM Profesional dan Kompeten
- Sekretariat Posyandu Wasaka Kalsel Diresmikan, Hj Fathul Jannah Dorong Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Gubernur Muhidin Lantik Pengurus BAZNAS Kalsel, Tekankan Penyaluran Zakat Tepat Sasaran
- Rakor Posyandu Kalsel Fokus Penguatan SDM, Digitalisasi dan Pelayanan Terpadu
- Penguatan Mitigasi Bencana, BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan ASN
- Gubernur Kalsel Buka Banua Rally 2026, Kalsel Siap Jadi Pusat Sport Tourism Nasional
Pra Musrenbang, Banjarbaru Matangkan Strategi Penanganan Stunting

Keterangan Gambar : Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Kota Banjarbaru terus mematangkan langkah strategis dalam menjaga kualitas generasi masa depan. Hal ini ditegaskan dalam pembukaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (15/4/2026).
Baca Lainnya :
- Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar0
- Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Dorong Kesiapsiagaan Lintas Sektor0
Dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, pertemuan ini menjadi wadah bagi 86 pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana intervensi gizi yang lebih terintegrasi. Peserta terdiri dari lintas sektor, mulai dari jajaran SKPD, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, hingga garda terdepan seperti Forum RT/RW dan kader Posyandu. Hadir pula perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Kemenag Banjarbaru, Ketua Forum Kota Sehat, serta seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Lisa Halaby menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi kronis, melainkan tantangan besar bagi masa depan Kota Banjarbaru.
“Anak-anak yang tumbuh sehat dan optimal akan menjadi penopang kemajuan Banjarbaru di masa yang akan datang. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak, dari tenaga kesehatan hingga masyarakat, untuk terus menjaga kerja sama ini,” ujarnya.

Meski Banjarbaru saat ini menempati posisi kedua terendah dalam angka stunting se-Kalimantan Selatan, Lisa mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa intervensi harus menyentuh hal-hal mendasar yang ada di lingkungan rumah tangga.
“Upaya penanganan harus dimulai dari hal yang paling dekat dengan keseharian, seperti pemenuhan gizi keluarga, pola asuh anak, kebersihan lingkungan, hingga perbaikan sanitasi. Kita juga dorong pemberian makanan tambahan yang berbasis pangan lokal,” tambahnya.
Melalui Pra Musrenbang ini, Pemko Banjarbaru tidak hanya sekadar memaparkan hasil evaluasi, tetapi juga mendeklarasikan komitmen publik untuk menyepakati rencana program ke depan secara terbuka.
Lisa berharap forum ini menghasilkan diskusi dua arah yang jujur mengenai kondisi di lapangan. Menurutnya, konsistensi dalam hal-hal kecil seperti sanitasi dan gizi akan membuahkan hasil besar bagi kesehatan masyarakat secara luas.
“Apa yang kita rencanakan hari ini semoga benar-benar menjadi langkah nyata. Saya ingin semua pihak mendiskusikan secara terbuka kondisi nyata di lapangan agar intervensi kita tepat sasaran,” pungkasnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini menjadi simbol kolaborasi kuat di Banjarbaru, di mana para pemangku kepentingan terlibat langsung sebagai orang tua asuh untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak yang membutuhkan intervensi khusus.(red/mcbjb)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita BANJARBARU














