- Dua Putra-Putri Kalsel Ikuti Pemusatan Paskibraka Nasional, Persiapan Tugas pada HUT RI ke-81
- DP3AKB Bekerjasama dengan PKK Provinsi Kalsel Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak Melalui Sosialisasi
- Pemprov Kalsel Intensif Awasi Harga Pangan, Siapkan Pasar Murah Antisipasi Kenaikan Komoditas
- Bakesbangpol Kalsel Ajak Pelajar Jadi Generasi Digital Cerdas Tangkal Hoaks dan Radikalisme
- Lestarikan Warisan Literasi Banua, Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional
- Gubernur Kalsel Nobar Bersama Ribuan Warga, Tugu Nol Kilometer Jadi Pusat Euforia Final Piala Dunia
- Polda Kalsel Didik 700 Calon Tamtama Polri Berkemampuan Brimob Dari Seluruh Indonesia
- DWP Kotabaru Gelar Penyuluhan Rumah Layak Huni Guna Wujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera
- Meriah dan Penuh Sportivitas, Pemkab Kotabaru Tutup Saijaan League Futsal Competition 2026
- Teluk Jagung Kotabaru, Wisata Pantai Eksotik yang Minim Fasilitas
Lestarikan Warisan Literasi Banua, Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional

Keterangan Gambar : Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pelestarian naskah kuno yang menjadi warisan budaya Banua. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pustakawan melalui kegiatan pelatihan yang baru-baru ini diselenggarakan.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Nobar Bersama Ribuan Warga, Tugu Nol Kilometer Jadi Pusat Euforia Final Piala Dunia 0
- Polda Kalsel Didik 700 Calon Tamtama Polri Berkemampuan Brimob Dari Seluruh Indonesia0
Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, mengatakan pelestarian naskah kuno menjadi agenda penting karena dokumen-dokumen tersebut menyimpan jejak sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Kalimantan Selatan.
“Naskah kuno bukan sekadar tumpukan kertas usang. Lembaran-lembaran tersebut merupakan jangkar peradaban dan identitas kolektif kita di Kalimantan Selatan. Di dalamnya merekam khazanah keagamaan, pengobatan tradisional, hukum adat, hingga falsafah hidup datu-datu kita terdahulu,” ujar Sri Mawarni, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, upaya pelestarian naskah kuno perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui digitalisasi, penyusunan deskripsi, dan preservasi fisik agar informasi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
Berdasarkan hasil pemetaan sebaran naskah kuno di Kalimantan Selatan, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan jumlah kepemilikan naskah terbanyak. Posisi berikutnya ditempati Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, serta sejumlah daerah lain yang koleksi naskahnya masih tersimpan oleh ulama, zuriat, maupun institusi museum.
Sri Mawarni menegaskan, pelestarian memori kolektif Banua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, komunitas adat, hingga para zuriat sebagai pemilik naskah.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga berkomitmen mendampingi para pemilik naskah agar koleksi tersebut dapat teregistrasi secara resmi tanpa mengubah status kepemilikan.
“Kami selaku perwakilan dari pemerintah akan berusaha mendampingi hingga naskah kuno yang ada dapat teregistrasi dengan kepemilikan naskah tentunya tetap berada di tangan pemilik naskah,” katanya.
Melalui program tersebut, Dispersip Kalimantan Selatan menargetkan kekayaan literasi lokal Banua dapat terdokumentasi dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) melalui platform Khastara milik Perpustakaan Nasional. Langkah ini diharapkan mampu melindungi naskah kuno dari ancaman kepunahan sekaligus memperkuat pengakuannya sebagai bagian dari sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL












