- Puluhan Karateka Ikuti Uji Kemampuan dan Mental Di Ajang Festival Karate INKAI Kotabaru
- Bukit Mamake, Tempat Nyaman Nikmati Sunset di Kotabaru
- Antisipasi Kebakaran Rumah Tangga, Satpol PP dan Damkar Latih Puluhan Jemaat Gereja GPIB Kotabaru
- Perkuat Identitas Daerah, Disparpora Kotabaru Pelopori Penggunaan Syal dan Laung Saijaan
- Obyek Wisata Siring Laut Kotabaru Jadi Saksi Pagelaran Sastra Simponi Kemerdekaan
- Disparpora Kotabaru Sabet Juara Pertama Pawai HUT RI ke-81 Katagori SKPD
- Meriahkan HUT RI ke-81, Disparpora Kotabaru Gelar Lomba Basket, Voli hingga MTB Adventure
- Disparpora Kotabaru Latih 50 Local Tour Guide
- Tingkatkan Pelayanan ke Wisatawan, Disparpora Kotabaru Gelar Workshop Youth Tour Guide
- Gowes Sambil Wisata, MTB Adventure 2026 Siring Laut Ramaikan Kotabaru
Lestarikan Warisan Literasi Banua, Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional

Keterangan Gambar : Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pelestarian naskah kuno yang menjadi warisan budaya Banua. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pustakawan melalui kegiatan pelatihan yang baru-baru ini diselenggarakan.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Nobar Bersama Ribuan Warga, Tugu Nol Kilometer Jadi Pusat Euforia Final Piala Dunia 0
- Polda Kalsel Didik 700 Calon Tamtama Polri Berkemampuan Brimob Dari Seluruh Indonesia0
Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, mengatakan pelestarian naskah kuno menjadi agenda penting karena dokumen-dokumen tersebut menyimpan jejak sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Kalimantan Selatan.
“Naskah kuno bukan sekadar tumpukan kertas usang. Lembaran-lembaran tersebut merupakan jangkar peradaban dan identitas kolektif kita di Kalimantan Selatan. Di dalamnya merekam khazanah keagamaan, pengobatan tradisional, hukum adat, hingga falsafah hidup datu-datu kita terdahulu,” ujar Sri Mawarni, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, upaya pelestarian naskah kuno perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui digitalisasi, penyusunan deskripsi, dan preservasi fisik agar informasi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
Berdasarkan hasil pemetaan sebaran naskah kuno di Kalimantan Selatan, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan jumlah kepemilikan naskah terbanyak. Posisi berikutnya ditempati Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, serta sejumlah daerah lain yang koleksi naskahnya masih tersimpan oleh ulama, zuriat, maupun institusi museum.
Sri Mawarni menegaskan, pelestarian memori kolektif Banua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, komunitas adat, hingga para zuriat sebagai pemilik naskah.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga berkomitmen mendampingi para pemilik naskah agar koleksi tersebut dapat teregistrasi secara resmi tanpa mengubah status kepemilikan.
“Kami selaku perwakilan dari pemerintah akan berusaha mendampingi hingga naskah kuno yang ada dapat teregistrasi dengan kepemilikan naskah tentunya tetap berada di tangan pemilik naskah,” katanya.
Melalui program tersebut, Dispersip Kalimantan Selatan menargetkan kekayaan literasi lokal Banua dapat terdokumentasi dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) melalui platform Khastara milik Perpustakaan Nasional. Langkah ini diharapkan mampu melindungi naskah kuno dari ancaman kepunahan sekaligus memperkuat pengakuannya sebagai bagian dari sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














