- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
- Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita
- Kepala BKN RI Apresiasi Pemkab Kotabaru, Bersih Dari Isu Negatif Kepegawaian
- Geospasial Banua Award 2026; Kotabaru Raih Juara Harapan 2
- Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
- Lantik 41 Kepala Desa, Pesan Bupati Kotabaru: Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat
- Diskominfo Kotabaru Perkuat Sinergitas dengan Media Guna Penyebarluasan Informasi Pembangunan
Bakesbangpol Kalsel Ajak Pelajar Jadi Generasi Digital Cerdas Tangkal Hoaks dan Radikalisme

Keterangan Gambar : Bakesbangpol Kalsel Ajak Pelajar Jadi Generasi Digital Cerdas Tangkal Hoaks dan Radikalisme
Kalsel, Borneopos.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak para pelajar untuk menjadi generasi digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial maupun gim daring guna mencegah penyebaran hoaks serta paham radikalisme.
Baca Lainnya :
- Lestarikan Warisan Literasi Banua, Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional0
- Gubernur Kalsel Nobar Bersama Ribuan Warga, Tugu Nol Kilometer Jadi Pusat Euforia Final Piala Dunia 0
Ajakan tersebut disampaikan Kasubbid Penanganan Konflik Bidang Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Israjudin, saat menjadi narasumber pada sosialisasi bertema “Generasi Digital Cerdas: Menangkal Hoaks dan Radikalisme di Media Sosial” yang digelar di Aula Basamaan Inspektorat Banjarbaru, Senin, (20/7/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut meningkatnya penyebaran propaganda radikalisme melalui ruang digital yang menyasar kalangan remaja. Ini diikuti 48 peserta yang berasal dari 16 sekolah, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua siswa dan satu guru Bimbingan Konseling (BK).
Sosialisasi juga menghadirkan narasumber dari Densus 88 Antiteror Polri serta Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan.
Israjudin mengatakan, media sosial dan gim daring kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang interaksi digital yang berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan informasi palsu maupun paham ekstrem kepada generasi muda.
“Generasi muda harus memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, karena hoaks sering dibuat untuk memancing emosi dan mendorong orang menyebarkannya tanpa berpikir panjang,” ujar Israjudin.
Ia menjelaskan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk hoaks, mulai dari pesan berantai, akun palsu, rekayasa foto, video, hingga konten berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, para pelajar diajak memahami pentingnya melakukan verifikasi informasi dengan memeriksa kredibilitas sumber, membandingkan dengan informasi resmi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Menurut Israjudin, pemahaman terhadap ciri-ciri radikalisme juga penting agar pelajar mampu mengenali sejak dini berbagai bentuk penyebaran paham ekstrem di ruang digital, termasuk upaya membangun kebencian, memecah belah masyarakat, hingga membenarkan tindakan kekerasan.
Ia menambahkan, apabila menemukan aktivitas mencurigakan di media sosial maupun gim daring, pelajar diimbau menghentikan interaksi, menyimpan bukti, melaporkan kepada orang tua atau guru, serta memanfaatkan fitur blokir dan pelaporan pada platform digital.
“Harapan kami, para peserta dapat menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah masing-masing, sehingga mampu mengedukasi teman-temannya untuk bijak bermedia sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan maupun paham radikal,” kata Israjudin.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250



.jpg)










