- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Komitmen Dukung Pembinaan Atlet Voli Lewat Perwosi Cup I 2026
Petani Karet Kalsel Makin Sejahtera, Harga Tembus Rp. 25 Ribu per Kilogram pada September 2025

Keterangan Gambar : Pamplet harga karet kalsel, September 2025.
Banjarbaru, Borneopos.com - Kinerja sektor perkebunan dan peternakan Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan pada September 2025 naik signifikan sebesar 1,69 persen dibanding bulan sebelumnya, mencapai angka 117,11.
Baca Lainnya :
- PUPR Kalsel Gelar Bimtek Lisensi Arsitek, Dorong Profesionalisme Arsitektur Banua0
- Bupati Kotabaru Tinjau Pasar Ex. Kebakaran Bawa Bantuan CSR Bank Kalsel Rp.700 Juta Untuk Relokasi0
Peningkatan tersebut menegaskan daya beli dan kesejahteraan petani di Bumi Lambung Mangkurat terus membaik. Dua subsektor utama yakni tanaman perkebunan rakyat dan peternakan menjadi motor penggerak utama kenaikan NTP tersebut.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha.
“Kenaikan NTP ini tidak hanya mencerminkan naiknya harga komoditas, tetapi juga bukti bahwa petani dan pekebun kita semakin berdaya. Pemerintah provinsi melalui Disbunnak terus berkomitmen memperkuat produktivitas, kualitas hasil, dan stabilitas harga di tingkat petani,” jelas Suparmi.
Dalam subsektor perkebunan rakyat, NTP naik dari 142,93 menjadi 147,99 atau tumbuh 3,54 persen. Komoditas karet dan kelapa sawit menjadi penyumbang utama kenaikan ini.
Harga karet dengan kadar karet kering (K3) 100 persen tercatat mencapai Rp24.000,00 – Rp25.000,00/kg, sementara kadar 60 persen – 65 persen berada dikisaran Rp14.713,00 – Rp15.939,00/kg.
Adapun harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit juga menunjukkan peningkatan, dengan harga tertinggi mencapai Rp3.434,80/kg pada September 2025. Kenaikan ini memberikan sinyal positif bagi petani sawit di Kalimantan Selatan.
Subsektor peternakan turut memperkuat capaian tersebut, dengan Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) tumbuh 4,26 persen. Kenaikan harga ayam ras pedaging menjadi faktor dominan yang mendorong perbaikan daya saing peternak lokal.
Suparmi menambahkan, pihaknya akan terus mengawal program peningkatan produktivitas dan efisiensi di lapangan melalui pendampingan teknis, kemitraan dengan industri, serta penguatan akses pasar.
“Kami ingin memastikan petani dan peternak Kalsel mendapatkan nilai ekonomi yang adil dari jerih payah mereka. Kenaikan NTP ini harus diikuti dengan upaya berkelanjutan agar kesejahteraan petani semakin kokoh,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, sektor perkebunan dan peternakan Kalimantan Selatan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan daya saing pertanian di wilayah selatan Pulau Kalimantan. (red/MCKalsel)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL













