- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
- GMPD Banjarbaru: Kejati Kalsel Jangan Pandang Bulu Soal Kasus Dugaan Korupsi Kepala BKSDA
- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
- Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita
- Kepala BKN RI Apresiasi Pemkab Kotabaru, Bersih Dari Isu Negatif Kepegawaian
- Geospasial Banua Award 2026; Kotabaru Raih Juara Harapan 2
- Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
Pemprov Kalsel Komitmen Integrasikan Ekonomi Biru Dalam RPJMD 2025-2029

Keterangan Gambar : Suasana Webinar Nasional bertema “Penerapan Blue Economy sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Indonesia di Daerah”. (foto; MC Kalsel)
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) berkomitmen mengintegrasikan ekonomi biru sebagai penggerak transformasi ekonomi daerah dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMN) 2025-2029.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan Distribusi Gas 3 Kg dan Dorong Pembentukan BUMD Pangan0
- DPD IWAPI Kalsel Gelar Rakerda III, Dorong Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah0
Hal ini disampaikanPelaksana tugas (Plt). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, saat mengikuti Webinar Nasional bertema “Penerapan Blue Economy sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Indonesia di Daerah” yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara daring di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, [ada Kamis (24/7/2025).
“Transformasi ekonomi biru menjadi perhatian serius. Pemerintah pusat mendorong agar ekonomi biru tidak hanya sebagai konsep, tetapi menjadi bagian nyata dalam kebijakan pembangunan di daerah,” ujarnya.
Tantri menjelaskan bahwa webinar ini merupakan langkah strategis dari pemerintah pusat untuk mendorong seluruh pemerintah daerah menjadikan ekonomi biru sebagai indikator penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Pemprov Kalsel dipastikan telah merespons arahan tersebut dengan memasukkan indikator ekonomi biru ke dalam dokumen RPJMD Kalsel 2025–2029.
“Indikator ekonomi biru sudah kami tagging dan terintegrasi dalam misi ketiga RPJMD, yang fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Tantri.
Menurutnya, konsep ekonomi biru berkaitan erat dengan konservasi laut dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Ekonomi biru bukan hanya berbicara soal laut sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Di Kalsel, ini sejalan dengan prinsip pembangunan berbasis potensi wilayah dan pelestarian lingkungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan bahwa selain ekonomi biru, pemerintah provinsi juga telah mengintegrasikan indikator ekonomi hijau dan ekonomi syariah ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ketiga pendekatan ini diharapkan dapat saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
“Mudah-mudahan dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi Kalsel dapat semakin kuat dengan dukungan pendekatan ekonomi biru, yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Galuh Tantri Narindra. (red/MCKalsel)

Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- Asri-Praya Ditarget Selesaikan Bangunan Tahap I Jembatan Pulau Laut Sepanjang 400 M,Selama 175 Hari0



.jpg)










