- Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui Live Info Haji
- Tampil memukau, Kontingen Kotabaru ikuti Pawai Taaruf MTQ Nasional ke-37 tingkat Kalsel
- Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pemkab Kotabaru gelar seminar Regional se - KalSel
- Indocement Tarjun Latih Karyawan dan Stakeholder Terkait Penyelamatan di Ruang Terbatas
- Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
- Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
- 516 Siswa RA-MI Maarif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
Pemkot Samarinda Akan Jadikan Kawasan Sungai Karang Mumus Sebagai Waterfront City Pada 2025

Keterangan Gambar : Walikota Samarinda saat rapat bersama stakeholder, Jumat (17/01/25).
Samarinda, Borneo Pos - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melaksanakan presentasi Review Masterplan Grand Design Sungai Karang Mumus I di Ruang Rapat Wali Kota Lantai II Gedung Balai Kota Samarinda, Jumat (17/1/2025) siang.
Baca Lainnya :
- Perkuat Sinergitas, Propam Polres Samosir Anjangsana Ke Koramil 03 Pangururan0
- Polres Samosir Kawal Eksekusi Lahan dan Bangunan di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan0
Acara ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang sukses digelar pada 2 Oktober 2024 lalu. Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk merealisasikan visi besar menjadikan kawasan Sungai Karang Mumus (SKM) sebagai waterfront city berbasis alam yang inklusif dan berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun menegaskan bahwa penataan kawasan bantaran SKM harus dilakukan secara terintegrasi untuk menciptakan harmoni dengan alam.
“Prinsipnya secara umum sudah oke. Kalau ada tambahan dalam desain konseptual, saya setuju. Ini bukan hanya soal pengendalian banjir, tetapi juga soal membangun identitas Samarinda sebagai kota riverside city yang harmonis dan berkelanjutan,” tegas Andi Harun.
Ia juga menambahkan bahwa proyek ini direncanakan berjalan mulai 2026 dengan skema pembiayaan multiyears contract atau pendekatan lain yang relevan. Mengingat masa jabatannya yang terbatas, Wali Kota berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan segera dalam periode kepemimpinannya. Konsep terintegrasi pengembangan koridor SKM harus dituntaskan secepatnya.
"Saya khawatir jika proyek ini ditunda setahun, realisasi pembangunan tersebut tidak akan terwujud secara utuh. Saya berpendapat, proyek ini harus segera direalisasikan agar sekalian tuntas" ucapnya
Wali Kota juga meminta untuk segera menyelesaikan hal-hal teknis, seperti penyusunan timeline dan pematangan Detail Engineering Design (DED). Kemudian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga diminta untuk memperhitungkan estimasi anggaran kegiatan ini yang akan diusulkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.
Pemkot Samarinda optimis proyek ini mampu memberikan dampak positif bagi pengendalian banjir dan perbaikan lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam penataan SKM, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Samarinda.
Sementara dalam pemaparannya, Dr MA Retno Hastijanti dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menjelaskan bahwa perencanaan penanganan kawasan kumuh SKM 1 dilakukan secara bertahap melalui pentahapan dan zonasi meliputi lima segmen.
"Di antaranya Ruhui Rahayu, Segiri, Perniagaan, Jembatan Baru, dan Pelita" ucap wanita berjilbab itu
“Perencanaan ini bertujuan menangani kawasan kumuh di sekitar SKM dengan pendekatan berbasis alam yang inklusif dan berkelanjutan. Selaras dengan misi mewujudkan perencanaan harmoni dengan alam melalui RTH (Ruang Terbuka Hijau, Red) dengan menciptakan kesatuan konsep waterfront city,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa dua segmen dari DED telah selesai. Namun ia menarget seluruh DED dari semua segmen bisa rampung pada akhir tahun ini.
Selain Wali Kota, ada sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkot Samarinda ikut mendampingi. Di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Ir H Hero Mardanus Satyawan MT, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) H Ananta Fathurrozi SSos MSi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Desy Damayanti ST MT, Kepala Bagian (Kabag) Kerja Sama Idfi Septiani SSTP MSi, dan Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda Syaparudin SSos. (ril/red)
Baca Lainnya :
- Viral, Penganiayaan Diatas Jetski Di Danau Toba, Polisi Tangkap Terduga Pelaku0
- Polres Samosir Kawal Eksekusi Lahan dan Bangunan di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan0
Berita KALTIM

.jpg)












