- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Pemkot Samarinda Akan Jadikan Kawasan Sungai Karang Mumus Sebagai Waterfront City Pada 2025

Keterangan Gambar : Walikota Samarinda saat rapat bersama stakeholder, Jumat (17/01/25).
Samarinda, Borneo Pos - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melaksanakan presentasi Review Masterplan Grand Design Sungai Karang Mumus I di Ruang Rapat Wali Kota Lantai II Gedung Balai Kota Samarinda, Jumat (17/1/2025) siang.
Baca Lainnya :
- Perkuat Sinergitas, Propam Polres Samosir Anjangsana Ke Koramil 03 Pangururan0
- Polres Samosir Kawal Eksekusi Lahan dan Bangunan di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan0
Acara ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang sukses digelar pada 2 Oktober 2024 lalu. Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk merealisasikan visi besar menjadikan kawasan Sungai Karang Mumus (SKM) sebagai waterfront city berbasis alam yang inklusif dan berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun menegaskan bahwa penataan kawasan bantaran SKM harus dilakukan secara terintegrasi untuk menciptakan harmoni dengan alam.
“Prinsipnya secara umum sudah oke. Kalau ada tambahan dalam desain konseptual, saya setuju. Ini bukan hanya soal pengendalian banjir, tetapi juga soal membangun identitas Samarinda sebagai kota riverside city yang harmonis dan berkelanjutan,” tegas Andi Harun.
Ia juga menambahkan bahwa proyek ini direncanakan berjalan mulai 2026 dengan skema pembiayaan multiyears contract atau pendekatan lain yang relevan. Mengingat masa jabatannya yang terbatas, Wali Kota berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan segera dalam periode kepemimpinannya. Konsep terintegrasi pengembangan koridor SKM harus dituntaskan secepatnya.
"Saya khawatir jika proyek ini ditunda setahun, realisasi pembangunan tersebut tidak akan terwujud secara utuh. Saya berpendapat, proyek ini harus segera direalisasikan agar sekalian tuntas" ucapnya
Wali Kota juga meminta untuk segera menyelesaikan hal-hal teknis, seperti penyusunan timeline dan pematangan Detail Engineering Design (DED). Kemudian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga diminta untuk memperhitungkan estimasi anggaran kegiatan ini yang akan diusulkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.
Pemkot Samarinda optimis proyek ini mampu memberikan dampak positif bagi pengendalian banjir dan perbaikan lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam penataan SKM, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Samarinda.
Sementara dalam pemaparannya, Dr MA Retno Hastijanti dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menjelaskan bahwa perencanaan penanganan kawasan kumuh SKM 1 dilakukan secara bertahap melalui pentahapan dan zonasi meliputi lima segmen.
"Di antaranya Ruhui Rahayu, Segiri, Perniagaan, Jembatan Baru, dan Pelita" ucap wanita berjilbab itu
“Perencanaan ini bertujuan menangani kawasan kumuh di sekitar SKM dengan pendekatan berbasis alam yang inklusif dan berkelanjutan. Selaras dengan misi mewujudkan perencanaan harmoni dengan alam melalui RTH (Ruang Terbuka Hijau, Red) dengan menciptakan kesatuan konsep waterfront city,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa dua segmen dari DED telah selesai. Namun ia menarget seluruh DED dari semua segmen bisa rampung pada akhir tahun ini.
Selain Wali Kota, ada sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkot Samarinda ikut mendampingi. Di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Ir H Hero Mardanus Satyawan MT, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) H Ananta Fathurrozi SSos MSi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Desy Damayanti ST MT, Kepala Bagian (Kabag) Kerja Sama Idfi Septiani SSTP MSi, dan Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda Syaparudin SSos. (ril/red)
Baca Lainnya :
- Viral, Penganiayaan Diatas Jetski Di Danau Toba, Polisi Tangkap Terduga Pelaku0
- Polres Samosir Kawal Eksekusi Lahan dan Bangunan di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan0














