- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
Museum Lambung Mangkurat Gelar Lomba Nyanyi Banjar, Upaya Lestarikan Musik Tradisional

Keterangan Gambar : Lomba Nyanyi Banjar, Upaya Lestarikan Musik Tradisional
Kalsel, Borneopos.com - Dalam rangkaian kegiatan Sepekan Museum 2026, UPTD Museum Lambung Mangkurat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar lomba menyanyi tradisional atau Nyanyi Banjar di Museum Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Jumat (3/7/2026).
Baca Lainnya :
- DPRD Kotabaru Soroti Tingginya Angka Pengangguran di Kotabaru0
- Manager PLN Kotabaru Sebut Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan di PLTGU Muara Teweh0
Kegiatan tersebut diikuti 19 peserta yang telah melakukan daftar ulang dari total 22 peserta yang sebelumnya menyatakan kesediaan mengikuti perlombaan. Lomba menjadi salah satu agenda dalam Sepekan Museum yang bertujuan melestarikan seni musik tradisional Banjar sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan bakatnya.
Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, mengatakan lomba Nyanyi Banjar merupakan bagian dari upaya museum dalam menjaga eksistensi seni budaya daerah melalui kompetisi yang melibatkan masyarakat.
“Dari 22 peserta yang telah terkonfirmasi, sebanyak 19 peserta hadir dan melakukan daftar ulang. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Sepekan Museum yang kami selenggarakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perlombaan berlangsung hingga malam hari dan dewan juri akan langsung menetapkan para pemenang setelah seluruh peserta selesai tampil.
Menurut Ady, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan penyanyi-penyanyi Banjar berbakat yang dapat dibina dan diberi kesempatan tampil pada berbagai kegiatan budaya, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam perlombaan ini, peserta diberikan kebebasan memilih lagu yang akan dibawakan dengan syarat seluruh lagu yang ditampilkan merupakan lagu Banjar sesuai tema lomba.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum. Pengunjung dapat menyaksikan jalannya perlombaan secara gratis di Museum Lambung Mangkurat tanpa dipungut biaya masuk.
“Kami membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin datang dan menyaksikan perlombaan secara langsung. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di dalam Museum Lambung Mangkurat dan tidak dipungut biaya,” tutup Ady.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











