- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
Manager PLN Kotabaru Sebut Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan di PLTGU Muara Teweh

Keterangan Gambar : Kantor PLN Kotabaru.
Kotabaru, Borneopos.com - PLN ULP Kotabaru akhirnya buka suara soal pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Gegara Ucapan *Bau Kentut* MD Tusuk Kepala Temannya Pakai Sangkur0
- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-800
akhirnya mendapat penjelasan dari pihak PT PLN Kotabaru.
Informasi yang dihimpun median ini, gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, disebut menjadi penyebab berkurangnya pasokan daya pada sistem kelistrikan yang terhubung di seluruh Kalimantan.
Manajer PLN ULP Kotabaru, Muhammad Reza, mengatakan sistem kelistrikan di Pulau Kalimantan tidak berdiri sendiri di setiap daerah.
Seluruh pasokan listrik berasal dari beberapa pembangkit yang saling terhubung dalam satu jaringan interkoneksi. Karena itu, ketika salah satu pembangkit mengalami gangguan, daerah lain yang berada dalam sistem tersebut juga akan merasakan dampaknya, termasuk Kabupaten Kotabaru.
“Penyebabnya sesuai yang sudah kami sampaikan sebelumnya, ada gangguan pada PLTGU di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sistem kelistrikan kita ini sudah saling terhubung di seluruh Kalimantan. Jadi pasokan listrik berasal dari beberapa pembangkit, dan kebetulan salah satunya mengalami gangguan,” ujar Reza, Kamis (2/7/2026).
Akibat gangguan tersebut, lanjut Reza, kemampuan pembangkit dalam memasok listrik menjadi berkurang. Sementara di sisi lain, kebutuhan listrik masyarakat tetap tinggi. Agar sistem kelistrikan tetap stabil, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.
“Misalnya, kebutuhan masyarakat itu 100, sementara dari sisi pembangkit hanya mampu menyediakan 80. Berarti ada kekurangan 20. Nah, supaya daya yang dihasilkan pembangkit seimbang dengan daya yang digunakan masyarakat, akhirnya kami menggunakan mekanisme pemadaman bergilir. Tujuannya agar pelanggan yang terdampak tidak hanya satu wilayah saja, tetapi dilakukan secara bergantian,” jelasnya.
Meski pemadaman masih berlangsung, Reza mengaku pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan kondisi tersebut akan terjadi.
Ia menjelaskan bahwa PLN ULP Kotabaru hanya bertugas memberikan pelayanan kepada pelanggan, sedangkan penanganan gangguan di sisi pembangkit menjadi tanggung jawab unit PLN yang mengelola pembangkitan listrik.
“Kalau untuk kapan normalnya kami juga belum mendapatkan informasi yang pasti. Kami di sini fokus pada pelayanan. Sementara untuk pembangkit ada unit PLN tersendiri yang menangani. Namun kami tentu terus berkoordinasi dan berharap permasalahan ini bisa segera diatasi sehingga pemadaman bergilir tidak lagi diperlukan,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, PLN mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kanal informasi resmi yang telah disediakan. Melalui saluran WhatsApp PLN Kotabaru Info, pelanggan dapat mengetahui jadwal pemadaman lebih awal sehingga memiliki waktu untuk mengantisipasi aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik.
“Kami memiliki saluran WhatsApp ‘PLN Kotabaru Info’. Sebelum dilakukan pemadaman, maksimal dua jam sebelumnya kami akan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan begitu pelanggan di wilayah yang terdampak bisa bersiap lebih dahulu sebelum listrik dipadamkan,” tutup Reza. (red/prdh)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












