- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Kuartal 1 Tahun 2024, Penjualan Semen Domestik Indocement Capai 4,5 Juta Ton

Keterangan Gambar : PT. Indocement Tunggal Prakarsa
Berdasarkan data ASI, pasar semen domestik stagnan pada Q1 2024 akibat kontraksi pasar semen kantong -5,4% dan pertumbuhan pasar curah +14,9%.
Baca Lainnya :
Pembangunan ibu kota baru masih menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan dalam jumlah besar.
Indocement mencatat volume penjualan domestik (semen dan clinker) sebesar 4.479 ribu ton atau lebih tinggi +4,1% dibandingkan Q1 tahun lalu.
Terutama dikontribusi oleh operasional Semen Grobogan. Namun pertumbuhan volume penjualan pada periode yang sama tanpa Semen Grobogan -1,4% sedikit lebih rendah dibandingkan pasar.
Volume ekspor semen secara keseluruhan mencapai 70 ribu ton atau turun -55,2%. Sebagian besar ekspor clinker pada Q1 2024 dikirim ke Australia dan Malaysia. Sedangkan Q1 tahun lalu terdapat pengiriman ke Bangladesh dan Brunei Darussalam.
Pendapatan Neto berada pada angka Rp4.082,6 miliar atau turun -3,8% karena penurunan harga konsolidasi akibat peningkatan komposisi penjualan produk curah (30,6% di Q1 2024 vs. 25,4% di Q1 2023) dan fighting brands.
Margin EBITDA sebesar 16,8% atau Rp685,2 miliar dan Laba Periode Berjalan sebesar 5,8% atau Rp238,0 miliar.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement atau Perseroan) membukukan volume penjualan keseluruhan (semen dan clinker) sebesar 4.549 ribu ton pada Q1 2024, lebih tinggi +90 ribu ton atau +2,0% dibandingkan Q1 tahun lalu.
Volume penjualan semen dalam negeri secara keseluruhan tercatat sebesar 4.479 ribu ton, lebih tinggi +176 ribu ton atau +4,1% terutama berasal dari tambahan volume PT Semen Grobogan.
Hal ini menyebabkan pangsa pasar kami di dalam negeri (semen saja, mengacu pada data Asosiasi Semen Indonesia/ASI) menjadi 29,5% pada 2023 dengan Jawa 38,4% dan luar Jawa 20,4%.
Penurunan penjualan ekspor clinker di Q1 mengakibatkan penurunan penjualan ekspor secara keseluruhan sebesar 70 ribu ton.
Meskipun volume penjualan secara keseluruhan lebih tinggi, Pendapatan Neto Perusahaan berada pada Rp4.802,6 miliar atau lebih rendah -3,8% dari harga konsolidasi yang lebih rendah karena komposisi campuran produk.
Terdapat peningkatan signifikan pada komposisi produk curah dari 25,4% pada Q1 2023 menjadi 30,6% pada Q1 2024 yang disebabkan oleh peningkatan pasokan ke ibu kota baru.
Tingginya volume penjualan fighting brand juga berdampak pada harga konsolidasi secara keseluruhan.
Beban Pokok Pendapatan turun menjadi -Rp2.902,4 miliar atau lebih rendah -2,3% karena efisiensi secara keseluruhan. Jika digabungkan dengan hal-hal di atas, hal ini menghasilkan margin Laba Bruto sebesar 28,9% pada Q1 2024.
Beban Operasional yang lebih tinggi sebesar +6,6% menjadi -Rp876,6 miliar berasal dari volume penjualan yang lebih tinggi dan penambahan operasional di Semen Grobogan termasuk peningkatan biaya pengiriman dan iklan.
Pendapatan (Beban) Operasional Lainnya yang Lebih Tinggi – Setelah dikurangi Rp10,2 miliar atau lebih tinggi +179,6% disebabkan oleh keuntungan nilai tukar pada Q1 2024 vs kerugian nilai tukar pada Q1 tahun lalu.
Hal ini menghasilkan margin Pendapatan Operasional sebesar 7,7% dan EBITDA sebesar 16,8% untuk Q1 2024.
Penurunan Pendapatan Keuangan - Neto sebesar -Rp 22,1 miliar atau -194,6% disebabkan oleh beban bunga utang yang timbul pada saat akuisisi Grobogan.
Beban Pajak Penghasilan (neto) turun menjadi -Rp60,0 miliar atau lebih rendah -38,0% karena penurunan laba.
Terakhir, dari angka di atas, Laba Periode Berjalan sebesar Rp238,0 miliar pada Q1 2024.

Kami memperkirakan permintaan semen akan meningkat pada periode mendatang dan kami tetap memperkirakan permintaan semen akan tumbuh sebesar 2%–3% pada 2024.
Kami masih mengharapkan pertumbuhan semen curah akan lebih tinggi dibandingkan penjualan semen kantong.
Mengenai Indocement Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.
Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 3.700 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen.
Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru
Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo.
Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001.(ril/Corporate Secretary)
Baca Lainnya :


.jpg)
1.jpg)










