Breaking News
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Keterangan Gambar : Kapal tanker Gamsunoro berada di Kuzey Star Shipyard, Tuzla, Istanbul, Turki, Kamis (24/10/2024). Pertamina International Shipping (PIS) melakukan docking kapal Gamsunoro untuk keandalan operasional dalam distribusi energi.
Jakarta, Borneopos.com - Pemerintah Iran memberikan respons positif terhadap permintaan Pemerintah Indonesia, untuk memastikan keselamatan lintas dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz, menyusul koordinasi intensif yang dilakukan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.
Baca Lainnya :
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu0
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat 0
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A. Mulachela, melalui keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Nabyl menyatakan, terdapat perkembangan signifikan dalam negosiasi yang dilakukan dengan pihak berwenang Iran.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl.
Menindaklanjuti respons positif tersebut, Nabyl mengatakan langkah-langkah teknis dan operasional kini tengah dijalankan oleh pihak-pihak terkait.
Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan waktu pasti kapan kedua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) itu akan dapat keluar dari kawasan perairan yang menjadi jalur strategis tersebut.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada 4 Maret 2026 menyatakan pendekatan negosiasi menjadi fokus utama pemerintah untuk membebaskan kapal tanker tersebut.
Bahlil memastikan, situasi itu tidak mengganggu ketahanan energi nasional karena pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber pasokan energi dari negara lain.
Pernyataan resmi dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, baru-baru ini menyebutkan bahwa negaranya memberikan izin lintas bagi kapal-kapal dari "negara sahabat" di Selat Hormuz.
Sementara itu, kapal-kapal yang berasal dari Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dikategorikan sebagai "negara agresor" tetap dilarang melintas.
Dalam daftar negara sahabat yang disebutkan oleh Teheran, Indonesia belum masuk ke dalam daftar awal yang dipublikasikan, yang mencakup China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia.
Sebagai informasi, berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic, sekitar 1.900 kapal tercatat tidak dapat bergerak di perairan sekitar Selat Hormuz pada periode 20 hingga 22 Maret, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Semua Artikel dari kategori ini
Berita NASIONAL
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



.jpg)
1.jpg)








