Breaking News
- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
- Setda Kotabaru Dorong ASN Cerdas Finansial di Era Digital
- Kotabaru Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kalsel
- Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Kesadaran Nasional
- 30 Pemuda Kotabaru Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Digitalisasi Usaha di Tanah Bumbu
- Disparpora dan IOSKI Kotabaru Gelar Pelatihan SKJ 2022 dan SAIH untuk Guru PJOK
- Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
- Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata
Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Keterangan Gambar : Kapal tanker Gamsunoro berada di Kuzey Star Shipyard, Tuzla, Istanbul, Turki, Kamis (24/10/2024). Pertamina International Shipping (PIS) melakukan docking kapal Gamsunoro untuk keandalan operasional dalam distribusi energi.
Jakarta, Borneopos.com - Pemerintah Iran memberikan respons positif terhadap permintaan Pemerintah Indonesia, untuk memastikan keselamatan lintas dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz, menyusul koordinasi intensif yang dilakukan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.
Baca Lainnya :
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu0
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat 0
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A. Mulachela, melalui keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Nabyl menyatakan, terdapat perkembangan signifikan dalam negosiasi yang dilakukan dengan pihak berwenang Iran.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl.
Menindaklanjuti respons positif tersebut, Nabyl mengatakan langkah-langkah teknis dan operasional kini tengah dijalankan oleh pihak-pihak terkait.
Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan waktu pasti kapan kedua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) itu akan dapat keluar dari kawasan perairan yang menjadi jalur strategis tersebut.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada 4 Maret 2026 menyatakan pendekatan negosiasi menjadi fokus utama pemerintah untuk membebaskan kapal tanker tersebut.
Bahlil memastikan, situasi itu tidak mengganggu ketahanan energi nasional karena pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber pasokan energi dari negara lain.
Pernyataan resmi dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, baru-baru ini menyebutkan bahwa negaranya memberikan izin lintas bagi kapal-kapal dari "negara sahabat" di Selat Hormuz.
Sementara itu, kapal-kapal yang berasal dari Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dikategorikan sebagai "negara agresor" tetap dilarang melintas.
Dalam daftar negara sahabat yang disebutkan oleh Teheran, Indonesia belum masuk ke dalam daftar awal yang dipublikasikan, yang mencakup China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia.
Sebagai informasi, berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic, sekitar 1.900 kapal tercatat tidak dapat bergerak di perairan sekitar Selat Hormuz pada periode 20 hingga 22 Maret, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments

.jpg)
1.jpg)











