- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Kadisdik Malinau: *Kuliah Mau di Mana Saja, Pemda Siap Biayai*

Keterangan Gambar : Antusias pelajar Kab. Malinau dalam menghadiri kegiatan sosialisasi beasiswa Desa Sarjana
Malinau, Borneopos.com - Kepala Dinas Pendidikan Malinau, Muhammad Fiteriady, mendorong para pelajar kelas XI dan XII SMA/SMK/MAN untuk memanfaatkan peluang beasiswa pendidikan yang disiapkan pemerintah daerah, khususnya melalui program Desa Sarjana Unggul.
Demikian pernyataan itu disampaikannya saat kegiatan sosialisasi peluang beasiswa yang digelar di Ruang Laga Feratu, Jumat (13/3/2026).
Baca Lainnya :
- Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Katingan Terima Bantuan Sosial ATENSI0
- Pemprov Kalsel Apresiasi Program Mudik Gratis Polri Presisi Polda Kalsel 0
Dalam paparannya, Fiteriady menjelaskan bahwa program tersebut memberikan kesempatan luas bagi pelajar Malinau untuk melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk melalui jalur prestasi yang dinilai memiliki peluang lebih besar.
“Kalau merasa jalur umum sulit, manfaatkan jalur prestasi. Selama kalian punya prestasi, peluang untuk mendapatkan beasiswa itu terbuka,” ujarnya.
Ia juga menekankan mekanisme pembiayaan dalam program beasiswa tersebut. Jika mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan bantuan dana pendidikan dari pemerintah daerah namun tidak seluruhnya digunakan, maka sisa dana tidak perlu dikembalikan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya.
Namun demikian, terdapat konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak menyelesaikan pendidikan. Pemerintah daerah akan meminta pengembalian seluruh biaya yang telah dikeluarkan.
“Misalnya selama empat tahun pemerintah daerah membiayai Rp50 juta per tahun, berarti total Rp200 juta. Jika tidak menyelesaikan pendidikan, maka biaya itu harus dikembalikan,” jelasnya.
Selain itu, penerima program juga diwajibkan kembali dan mengabdi di daerah setelah lulus. Saat ini aturan masa pengabdian minimal telah direvisi menjadi enam bulan, dari sebelumnya dua tahun.
Menurutnya, kebijakan tersebut dibuat lebih fleksibel agar lulusan memiliki kesempatan lebih luas untuk mencari pengalaman kerja, baik di pemerintahan desa, mengikuti seleksi PPPK, CPNS, maupun bekerja di sektor swasta.
“Kita melihat peluang kerja sekarang semakin terbuka. Jadi setelah enam bulan mengabdi di desa, mereka bisa mencari pekerjaan lain, baik di Malinau maupun di luar daerah,” katanya.
Adanya perbedaan pembiayaan beasiswa tergantung lokasi kampus dan program studi yang dipilih, terutama karena perbedaan biaya kuliah dan biaya hidup di setiap daerah.
Saat ini, pemerintah daerah menetapkan standar bantuan sekitar Rp150 juta bagi mahasiswa yang kuliah di kampus yang belum memiliki kerja sama dengan pemerintah daerah. Sementara bagi kampus yang telah menjalin kerja sama resmi, pembiayaan dapat ditanggung lebih menyeluruh.
Dirinya mengingatkan para pelajar agar memilih jurusan kuliah secara matang agar memiliki peluang kerja yang baik setelah lulus.
“Jangan asal memilih jurusan. Pilihlah yang memungkinkan kalian lebih mudah mendapatkan pekerjaan ketika kembali ke daerah,” pesannya.
Menutup penyampaiannya, Fiteriady menegaskan bahwa kesempatan yang diberikan pemerintah daerah melalui program beasiswa ini merupakan peluang besar bagi generasi muda Malinau untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Sekarang kalian tidak perlu terlalu memikirkan biaya. Pemerintah daerah sudah menyiapkan dukungan. Tinggal kalian yang menentukan mau kuliah di mana dan menjadi apa ke depan,” tambahnya. (red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250


.jpg)
1.jpg)










