- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Kadis LH Kotabaru Melinda Gagas Program Zero Waste to Landfill dalam Pengelolaan Sampah

Keterangan Gambar : Kadis LH Kotabaru, Melinda Ratna Agustina (pegang sertifikat apresiasi) saat berfoto bersama usai seminar, Minggu (21/9/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Pemerintah Kabupaten Kotabaru bersama Wimnas Kalimantan Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Politeknik Kotabaru menggelar International Seminar bertajuk Asean Youth Movement dengan tema "Sukses Semuda Mungkin dan Mudah Bersaing di Tatanan Global" di Hotel Kartika, Minggu (21/09/2025). Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 pemuda Kotabaru.
Baca Lainnya :
Kepala DLH Kabupaten Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, S.STP., M.JP, membawakan materi bertema Pengelolaan Sampah Menjadi Ekonomi Sirkular. Dalam pemaparannya, ia menegaskan komitmen untuk menggagas program Zero Waste to Landfill (ZWTL) dengan mencontoh teknologi dan sistem dari daerah yang sudah berhasil, kemudian diterapkan di Kotabaru.
"Improvement program yang sudah ada, kita cari keluar teknologinya seperti apa, lalu kita terapkan di Kotabaru. Itulah nanti Pesonaku. Walaupun anggaran DLH kecil dan TPA tidak bisa dibangun, tidak masalah. Kita tujukan ke ekonomi sirkular. Sampahnya kita bikin jadi duit, tidak usah kita tumpuk di TPA," ucap Melinda.
Melinda menjelaskan, sampah domestik memiliki nilai ekonomi, baik organik maupun anorganik. Sampah organik bisa dijadikan kompos, lalu digunakan sendiri atau dijual.
Sementara itu sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri, khususnya pabrik semen, dengan cara dicampur organik lalu dipres menjadi bahan bakar berkalori tinggi sebagai pengganti batu bara.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
"Masyarakat harus sadar bahwa setiap aktivitas menghasilkan sampah atau limbah, dan itu harus dipertanggungjawabkan. Misalnya seperti seminar ini, pasti timbul sampah plastik minuman dan sebagainya. Itu harus dikelola sendiri, jangan dibuang bercampur. Kalau tidak bisa, simpan lalu jual. Sadarilah bahwa penghasil sampah adalah diri sendiri, bukan orang lain," pungkasnya.
Selain Melinda, hadir pula motivator nasional Syafi'i Effendi, M.M., yang dikenal sebagai President of OIC Youth Indonesia, International Certified Coach, peraih dua rekor MURI, serta sejumlah prestasi lainnya. Gaya penyampaian Effendi yang lugas, energik, dan efektif membuat audiens antusias mengikuti materi.
Dalam paparannya, Effendi menyampaikan 10 poin penting untuk menjadi pemuda sukses. Salah satunya adalah change, poin terakhir.
"Kalau kau ingin berubah, kau pasti melewati tiga fase ini. Awalnya dipaksa, lalu bisa, kemudian terbiasa" ujar Effendi.
Ia juga mengajak peserta merenungkan realita kehidupan, memahami diri sendiri, serta menumbuhkan semangat untuk berjuang dengan tekad yang kuat. (Ali)


Baca Lainnya :














