- Maling Pencuri 95 Slop Rokok Kini Diamankan di Polsek Samarinda
- Peringati HARGANAS ke-33, Pemkab Kotabaru Usung Tema *Ayah Wajib Hadir*
- Nikmati Suasana Malam Kotabaru Lewat Fun Bike Night Bersama Disparpora
- Sadrak Sitorus Utusan Kotabaru Berhasil Raih Gold Pada Pesparawi Nasional ke-XIV 2026 di Papua
- Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Bumi Saijaan
- MTQN ke-37 Resmi di Tutup, Kotabaru Naik ke Peringkat 4 dari 13 Kabupaten/Kota
- Buku *Bunda Literasi Banua* Resmi Diluncurkan, Jadi Panduan Praktis Cerdaskan Masyarakat
- Bunda Literasi Kalsel Ajak Seluruh SKPD Bangun Pojok Baca Lewat Semesta Buku 2026
- Peringatan HANI 2026, YPR Kobra dan Dinsos Kalsel Ajak Masyarakat Lawan Narkoba
Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut dan Pelabuhan Mekar Putih Disiapkan Perkuat Posisi Kalsel Sebag

Keterangan Gambar : Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut dan Pelabuhan Mekar Putih Disiapkan Perkuat Posisi Kalsel Sebagai Gerbang Logistik Kalimantan
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dua proyek yang menjadi prioritas yakni pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut serta Pelabuhan Mekar Putih bertaraf internasional di Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Penyaluran KUR untuk Dorong UMKM Naik Kelas0
- PUPR Kalsel Dorong Komitmen Daerah Wujudkan Target Sanitasi Nasional0
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, dalam podcast yang digelar di Ruang Podcast Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarbaru.
Astuti menjelaskan, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mengubah arah perkembangan kawasan di Pulau Kalimantan. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Kalimantan Selatan untuk memperkuat perannya sebagai pusat logistik dan distribusi barang yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan maupun pasar internasional.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut menjadi salah satu infrastruktur vital yang akan menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, dan pusat pertumbuhan ekonomi secara lebih efektif.
“Pembangunan jembatan ini bertujuan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara daratan utama Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut Kotabaru, sekaligus mendukung proses bisnis kawasan industri dan memperkuat sistem logistik daerah,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Saat ini mobilitas masyarakat maupun distribusi barang masih mengandalkan transportasi laut melalui kapal feri. Kehadiran jembatan nantinya diyakini akan memangkas waktu tempuh, mengurangi biaya operasional logistik, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang.
“Dengan adanya jembatan, distribusi barang akan lebih lancar karena tidak lagi bergantung pada jadwal penyeberangan maupun kondisi cuaca. Infrastruktur ini akan memberikan efisiensi waktu dan biaya dalam jangka panjang,” jelasnya.
Selain pembangunan jembatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mendorong pembangunan Pelabuhan Mekar Putih sebagai pelabuhan internasional yang mampu melayani kapal berkapasitas besar.
Astuti menjelaskan, sejumlah pelabuhan di Kalimantan saat ini masih menghadapi keterbatasan kapasitas maupun kedalaman alur pelayaran sehingga belum optimal dalam mendukung aktivitas ekspor-impor.
Karena itu, Pelabuhan Mekar Putih dirancang memiliki kedalaman sekitar 16 hingga 20 meter sehingga dapat melayani kapal-kapal berukuran besar dan menjadi pintu utama perdagangan internasional dari Kalimantan Selatan.
“Pelabuhan Mekar Putih akan menjadi infrastruktur utama yang menopang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mekar Putih sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Logistik Kalimantan,” katanya.
Menurutnya, proyek tersebut juga akan memberikan dampak ekonomi yang besar. Selain meningkatkan daya tarik investasi, pembangunan kawasan pelabuhan dan kawasan industri diperkirakan mampu menyerap sekitar 35 ribu tenaga kerja langsung dan lebih dari 121 ribu tenaga kerja tidak langsung pada saat kawasan beroperasi penuh.
Kesempatan kerja tersebut akan tersebar pada berbagai sektor, mulai dari konstruksi, operasional pelabuhan, industri pengolahan, logistik, pergudangan, transportasi, jasa pendukung industri hingga pengembangan UMKM di sekitar kawasan.
Melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat konektivitas logistik nasional maupun internasional.(red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL














