- Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Buni Saijaan
- Mutasi Besar-besaran di Polda Kalsel, Sejumlah PJU dan Kapolres Berganti Posisi
- Direktur RSUD Kotabaru Angkat Bicara Soal Pasien Meningal Dunia Usai Menerima Obat Suntik/Infus
- Pelindo Kotabaru Perkuat Budaya Sadar Risiko Melalui Pelatihan Risk Awareness
- Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
- 20 Klien Disabilitas Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD
- Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
- Gubernur Muhidin Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel
- Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan

Keterangan Gambar : Rakor persiapan pelaksanaan Festival Budaya Saijaan (FBS) ke-12 Tahun 2026, Kamis (25/6/2026).
Kotabaru, Borneopos.com - Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Budaya Saijaan (FBS) ke-12 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Siring Laut Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Buni Saijaan0
- MTQN ke-37 Resmi di Tutup, Pemkab Kotabaru Naik ke Peringkat 4 dari 13 Kabupaten/Kota0
Kepala Disparpora Kabupaten Kotabaru, Ir. Kamirudin, M.Si., mengatakan FBS merupakan salah satu event unggulan daerah yang kini telah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bahkan, festival tersebut tidak lagi hanya menjadi agenda Kabupaten Kotabaru maupun Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan juga telah masuk dalam agenda nasional.
"Kita bersyukur karena Festival Budaya Saijaan ini bukan hanya agenda kabupaten dan provinsi, tetapi juga sudah menjadi agenda pusat," ujar Kamirudin, Kamis (25/06/2026)
Menurutnya, festival yang akan berlangsung perkiraan sekitar lima hari itu menjadi wadah untuk menampilkan keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Kotabaru. Berbagai suku dan etnis yang hidup berdampingan di daerah tersebut akan diberikan ruang untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing melalui pertunjukan seni maupun pameran budaya.
Ia menjelaskan, konsep festival tahun ini tidak hanya menampilkan kegiatan seremonial, tetapi juga menonjolkan nilai-nilai kebhinekaan sebagai perekat persatuan masyarakat.
"Kita ingin setiap suku dan etnis menampilkan budayanya masing-masing. Ini menunjukkan bahwa keberagaman justru menjadi perekat dan pemersatu kita sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika," katanya.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.
"Kita berharap kegiatan ini menjadi daya tarik pariwisata dan memperkenalkan budaya Kotabaru kepada masyarakat yang lebih luas," tutupnya. (red/ali)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita Kotabaru









