- Menggagas Sahabat Jurnal Perempuan di Banjarmasin
- STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda Ke-28
- Atasi Kiris Air di Desa Bekambit Asri, PT SSC Bangunkan Sumur Bor untuk Warga
- Pemkab Kotabaru Gelar Malam Ramah Tamah Peringatan Hari Pramuka Ke-65 se Kalsel
- Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi
- Syairi: Musda KNPI Kotabaru, Momentum Perkuat Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
- Kadisparpora Hadiri Rapimpurda dan Musda KNPI Kotabaru 2026
- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan

Keterangan Gambar : Rakor persiapan pelaksanaan Festival Budaya Saijaan (FBS) ke-12 Tahun 2026, Kamis (25/6/2026).
Kotabaru, Borneopos.com - Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Budaya Saijaan (FBS) ke-12 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Siring Laut Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Bumi Saijaan0
- MTQN ke-37 Resmi di Tutup, Kotabaru Naik ke Peringkat 4 dari 13 Kabupaten/Kota0
Kepala Disparpora Kabupaten Kotabaru, Ir. Kamirudin, M.Si., mengatakan FBS merupakan salah satu event unggulan daerah yang kini telah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bahkan, festival tersebut tidak lagi hanya menjadi agenda Kabupaten Kotabaru maupun Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan juga telah masuk dalam agenda nasional.
"Kita bersyukur karena Festival Budaya Saijaan ini bukan hanya agenda kabupaten dan provinsi, tetapi juga sudah menjadi agenda pusat," ujar Kamirudin, Kamis (25/06/2026)
Menurutnya, festival yang akan berlangsung perkiraan sekitar lima hari itu menjadi wadah untuk menampilkan keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Kotabaru. Berbagai suku dan etnis yang hidup berdampingan di daerah tersebut akan diberikan ruang untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing melalui pertunjukan seni maupun pameran budaya.
Ia menjelaskan, konsep festival tahun ini tidak hanya menampilkan kegiatan seremonial, tetapi juga menonjolkan nilai-nilai kebhinekaan sebagai perekat persatuan masyarakat.
"Kita ingin setiap suku dan etnis menampilkan budayanya masing-masing. Ini menunjukkan bahwa keberagaman justru menjadi perekat dan pemersatu kita sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika," katanya.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.
"Kita berharap kegiatan ini menjadi daya tarik pariwisata dan memperkenalkan budaya Kotabaru kepada masyarakat yang lebih luas," tutupnya. (red/ali)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










