- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
Gubernur Muhidin: Idulfitri Momentum Perkuat Ibadah dan Sikapi Perbedaan dengan Bijak

Keterangan Gambar : Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin usai melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (21/3/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Selatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat. Hal itu usai melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (21/3/2026).
Baca Lainnya :
- Perkuat APBN, Pemerintah Rencana Tambah Produksi Batu Bara Guna Tingkatkan Penerimaan Pajak0
- UPT Pengelola Objek Wisata Kotabaru Siap Sambut Wisatawan di Musim Libur Lebaran 20260
Didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Sekretaris Daerah Kalsel Muhammad Syarifuddin, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel Muhammad Tambrin, Muhidin mengungkapkan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini dihadiri jamaah dalam jumlah besar hingga hampir memenuhi seluruh area masjid.
“Ini luar biasa, masyarakat yang hadir sangat banyak, hampir seluruh tempat penuh. Bahkan pelaksanaan sebelumnya juga sudah dipadati jamaah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan salat yang dipimpin imam dengan kualitas bacaan yang sangat baik, sehingga menambah kekhusyukan ibadah. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Dengan imam yang luar biasa, ini mengingatkan kita bahwa kita masih memiliki kekurangan dan dosa. Mudah-mudahan setelah menjalani ibadah puasa, kita bisa terus meningkatkan ibadah dan mengakhiri hidup dalam keadaan baik,” katanya.
Terkait adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di tengah masyarakat, Muhidin menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah dan kerap terjadi, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.
“Perbedaan itu biasa, ada yang melihat hilal, ada yang menggunakan metode lain. Yang penting masyarakat meyakini apa yang menjadi pedomannya, baik itu dari ormas, pemerintah, maupun keyakinan masing-masing,” jelasnya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu mempermasalahkan perbedaan tersebut selama masing-masing menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan tetap menjaga kerukunan.
“Siapapun, yang penting meyakini. Kalau sudah meyakini bahwa sudah masuk Idulfitri, maka silakan dirayakan. Tidak perlu diperdebatkan, karena perbedaan itu hal yang wajar,” tutupnya. (red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











