- Maling Pencuri 95 Slop Rokok Kini Diamankan di Polsek Samarinda
- Peringati HARGANAS ke-33, Pemkab Kotabaru Usung Tema *Ayah Wajib Hadir*
- Nikmati Suasana Malam Kotabaru Lewat Fun Bike Night Bersama Disparpora
- Sadrak Sitorus Utusan Kotabaru Berhasil Raih Gold Pada Pesparawi Nasional ke-XIV 2026 di Papua
- Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Bumi Saijaan
- MTQN ke-37 Resmi di Tutup, Kotabaru Naik ke Peringkat 4 dari 13 Kabupaten/Kota
- Buku *Bunda Literasi Banua* Resmi Diluncurkan, Jadi Panduan Praktis Cerdaskan Masyarakat
- Bunda Literasi Kalsel Ajak Seluruh SKPD Bangun Pojok Baca Lewat Semesta Buku 2026
- Peringatan HANI 2026, YPR Kobra dan Dinsos Kalsel Ajak Masyarakat Lawan Narkoba
Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen, Kanwil DJPb Optimistis Momentum Berlanjut

Keterangan Gambar : Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen, Kanwil DJPb Optimistis Momentum Berlanjut
Kalsel, Borneopos.com - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi dan fiskal Kalimantan Selatan hingga Mei 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif. Momentum pertumbuhan yang telah tercipta pada Triwulan I 2026 mampu dipertahankan di tengah dinamika perekonomian nasional.
Baca Lainnya :
- Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh 40,47 Persen, Kinerja Fiskal Kalsel Tetap Positif0
- Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp8,33 Triliun, Dukung Percepatan Pembangunan Daerah0
Catur mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,67 persen (year on year). Dari sisi fiskal, realisasi Belanja Negara hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp11,92 triliun atau 39,79 persen dari pagu anggaran. Penyaluran terbesar masih berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) yang telah mencapai Rp8,33 triliun.
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan APBN di Kalimantan Selatan terus berjalan dengan baik. Penyaluran belanja negara yang semakin efektif diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan di daerah,” ujar Catur, Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).
Ia juga menjelaskan, konsolidasi kinerja APBD di Kalimantan Selatan hingga Mei 2026 mencatatkan surplus sebesar Rp984,86 miliar. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal daerah masih cukup sehat untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Di sektor perdagangan luar negeri, Catur menyebut neraca perdagangan Kalimantan Selatan pada Mei 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 922,44 juta dolar Amerika Serikat. Surplus tersebut tumbuh 6,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 14,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kinerja ekspor masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Nilai ekspor mencapai 1,108 miliar dolar Amerika Serikat atau meningkat 7,7 persen secara tahunan, terutama didorong meningkatnya volume ekspor batubara yang masih memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap total ekspor Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Sementara itu, nilai impor juga meningkat menjadi 186,12 juta dolar Amerika Serikat atau naik 16,1 persen secara tahunan, terutama dipengaruhi kenaikan impor minyak petroleum.
Dari sisi harga, inflasi Kalimantan Selatan pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,22 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,08 persen. Secara bulanan, inflasi mencapai 0,20 persen.
Catur menjelaskan, inflasi tahunan terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan, beras, minyak goreng, ikan nila, dan sigaret kretek mesin. Sementara secara bulanan, kenaikan harga didorong oleh beras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, serta emas perhiasan.
Meski demikian, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gabus, ikan nila, dan udang basah.
Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi melalui berbagai program. Hingga Mei 2026 telah dilaksanakan 355 kali operasi pasar dan gerakan pasar murah, serta penyaluran beras SPHP sebanyak 5,47 ribu ton.
Selain itu, berbagai langkah strategis juga terus dilakukan, di antaranya panen raya jagung serentak di Kabupaten Tanah Laut, program cetak sawah seluas 30 ribu hektare, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kotabaru, serta pelaksanaan High Level Meeting TPID Kota Banjarbaru sebagai persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional dan menuju Kota Penghitung Inflasi pada 2028.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan semakin meningkat,” tutup Catur.(red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL














