- Wujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2026, Kapolda Kalsel Gelar FGD di Tanah Laut
- Disbunnak Kalsel Pastikan Ketersediaan Pasokan Daging Aman dan Harga Stabil
- Pemprov Kalsel Perkuat Program Strategis Menuju Swasembada Daging
- Dorong Hilirisasi Subsektor Perkebunan, Gubernur Kalsel Ingin Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Ungg
- Momentum Imlek, Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan
- Era Baru Kemitraan Strategis Indonesia-Amerika Serikat Dimulai
- Komisi IX DPR RI Kunjungi Kalsel, Perkuat Sinergi Penanganan Stunting dan Program MBG
- Jaga Daya Beli dan Stabilkan Harga, Pemprov Kalsel Subsidi Warga 25 Ribu Belanja di Pasar Raya TPID
- Bupati Kotabaru H. Rusli Hadiri Kunker Reses Komisi II DPR RI di Kalsel, Bahas Optimalisasi BUMD
- Kemdiktisaintek Buka Penerimaan Siswa SMA Unggul Garuda 2026, 640 Siswa Dapat Beasiswa Penuh
Disbunnak Kalsel Pastikan Ketersediaan Pasokan Daging Aman dan Harga Stabil

Keterangan Gambar : Tim Disbunnak Kalsel saat mema tau ketersediaan daging sapi, Senin (23/2/2026).
KALSEL, Borneopos.com - .com Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak) memastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, serta telur ayam ras di wilayah Kalimantan Selatan dalam kondisi aman dengan harga yang stabil.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Perkuat Program Strategis Menuju Swasembada Daging0
- Dorong Hilirisasi Subsektor Perkebunan, Gubernur Kalsel Ingin Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Ungg0
Kepala Disbunnak Kalimantan Selatan, Suparmi, menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus melakukan pengendalian dan pengawasan secara menyeluruh guna menjaga pasokan dan keterjangkauan harga komoditas tersebut.
“Kami pastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Kalimantan Selatan aman. Harga juga relatif stabil karena produksi daerah kita mencukupi, bahkan surplus,” ujar Suparmi di Banjarbaru, Senin (23/2/2026)
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Disbunnak telah melaksanakan sejumlah langkah strategis seperti monitoring dan pengawasan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage, dan Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah maupun swasta, pengawasan di tingkat hulu ke peternakan rakyat/mandiri serta industri peternakan unggas dan sapi, koordinasi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan, industri breeder, serta industri pakan serta rapat koordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Pengawasan kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari peternakan hingga distribusi. Kami juga terus berkoordinasi dengan asosiasi dan pelaku usaha untuk memastikan produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” tambahnya.
Sebagai daerah surplus ayam pedaging dan petelur, pada tahun 2025 populasi ayam pedaging di Kalimantan Selatan mencapai 100.913.597 ekor dengan produksi daging sebesar 123.330.490 kilogram.
Kebutuhan daging ayam broiler di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 52.649.028 kilogram atau sekitar 43 persen dari total produksi, dengan tingkat konsumsi 18,73 kilogram per kapita per tahun.
Sementara itu, populasi ayam petelur (layer) mencapai 7.694.933 ekor dengan produksi telur sebesar 114.010.250 kilogram. Produksi daging unggas dari ayam layer turut menyumbang 5.078.660 kilogram pada tahun 2025.
Adapun kebutuhan telur ayam ras layer sebesar 50.001.385 kilogram atau 44 persen dari total produksi, dengan konsumsi 27,28 kilogram per kapita per tahun.
“Dengan kondisi tersebut, pasokan daging ayam ras dan telur di Kalimantan Selatan bukan hanya aman, tetapi juga surplus sehingga mampu menyuplai provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelas Suparmi.
Dalam menjaga kesinambungan produksi, Disbunnak juga memastikan ketersediaan bibit atau Day Old Chicken (DOC) melalui tujuh industri perbibitan di Kalimantan Selatan.
Selama Januari 2026, produksi DOC broiler mencapai 8.213.300 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.907.898 ekor (84 persen) didistribusikan untuk wilayah Kalimantan Selatan, sedangkan 869.358 ekor ke Kalimantan Tengah dan 436.044 ekor ke Kalimantan Timur.
Sementara itu, produksi DOC ayam layer pada Januari 2026 mencapai 127.500 ekor dan seluruhnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Kalimantan Selatan.
“Ketersediaan DOC menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Dengan dukungan industri perbibitan lokal, kami optimistis pasokan daging dan telur tetap terjaga sepanjang tahun,” pungkasnya. (red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










