- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Desa Tegalrejo Kelumpang Hilir Kotabaru Wakili Kalsel dalam Penilaian Desa PHBS 2026

Keterangan Gambar : Wabup Kotabaru saat memberikan sambutan saat kunjungan tim penilai Desa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 dilaksanakan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Selasa (8/9/2026).
Kotabaru, Borneopos.com - Pemerintah Kabupaten Kotabaru menyambut baik kedatangan Tim Juri Penilai Desa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Selasa (8/9/2026).
Baca Lainnya :
- Rakor TIMPORA Kotabaru Dorong Pengawasan Orang Asing Lintas Sektor0
- Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Karhutla dan Bencana Kekeringan0
Penilaian ini didasarkan pada surat resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Nomor: 400.7.27/2309/DINKES/2026.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis dalam sambutannya mengatakan Kegiatan hari ini merupakan penilaian lomba desa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang bertempat di Kecamatan Kelumpang Hilir. Desa Tegaredjo mewakili Kabupaten Kotabaru sebagai juara desa PHBS tingkat kabupaten.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar bersifat sebagai lomba, tetapi lebih kepada bagaimana konsistensi masyarakat dalam melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.
"Desa Tegalrejo terpilih mewakili Kabupaten Kotabaru ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan setelah melalui seleksi ketat berupa presentasi dari 22 kecamatan dan verifikasi lapangan terhadap tiga nominasi terbaik," ujar Wakil Bupati
Lebih lanjut, Syairi Mukhlis juga memaparkan salah satu inovasi unggulan daerah, yakni Destinasi Wisata Goa Lowo di Desa Tegalrejo, yang telah ditetapkan sebagai Wisata GERMAS pertama berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kotabaru sejak tahun 2022.
Pihaknya berharap hasil evaluasi dan penilaian dari tim juri provinsi ini dapat menjadi motivasi serta bahan evaluasi strategis untuk semakin mengoptimalkan gerakan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotabaru ke depannya serta patut menjadi percontohan bagi desa-desa lain yang belum melaksanakan dan menjadi desa PHBS di Kabupaten Kotabaru.
"Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Serta Kotabaru dapat kembali masuk dalam jajaran terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di desa PHBS-nya."harap Syairi Mukhlis
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Desa Ber-PHBS, Yuliani menegaskan bahwa penilaian dilakukan bukan untuk mencari kekurangan desa. Penilaian menjadi sarana untuk melihat sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat telah benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.
Ia menjelaskan, tim penilai tidak hanya melihat dokumen, tetapi juga kondisi nyata di lapangan, termasuk keterlibatan pemerintah desa, kader, kelompok masyarakat, serta unsur lainnya dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.
"Penilaian ini bukan untuk mencari kekurangan atau kesalahan. Jika ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, hendaknya menjadi masukan dan bahan evaluasi bersama," ucap Yuliani.
Sebaliknya, berbagai praktik baik dan inovasi yang ditemukan di Desa Tegal Rejo diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan acuan bagi desa lainnya di Kabupaten Kotabaru maupun Kalimantan Selatan.
Yuliani berharap PHBS tidak hanya terlihat ketika ada kegiatan penilaian. Kebiasaan hidup bersih dan sehat harus dimulai dari rumah, dibangun dalam keluarga, kemudian digerakkan bersama di lingkungan desa.
"PHBS harus menjadi budaya dan kebiasaan serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," harapnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri, Wakil Tim Penggerak PKK Siti Khadijah Syairi Mukhlis, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapperida, hingga Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perkimtan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, serta Satpol PP dan Pemadam Kebakaran dan ketua Bumdes Tegal Rejo beserta anggota. (red/ril).


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita Kotabaru













