- HUT ke-76 Kotabaru, Suwandi Berharap Peringatan Hari Jadi Jangan Hanya Seremonial
- Suwanti Pimpin Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-76
- Wisatawan Tanah Bumbu Terkesan Keindahan dan Kebersihan Hutan Meranti Kotabaru
- Wisata Hutan Meranti Siapkan Diri Sambut Wisatawan di HUT ke-76 Kotabaru
- Bupati Rusli Buka Saijaan Expo 2026, Ratusan Stand Semarakkan Siring Laut
- HUT ke-76 Kotabaru, Menko Bidang Pangan Puji Pemkab Soal Pengelolaan Lingkungan di Bumi Saijaan
- Bupati Rusli Hadiri Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka HUT Kotabaru ke-76
- Bupati Rusli Letakkan Batu Pertama Pembangunan 4 Kantor di Sebelimbingan
- Bupati Kotabaru Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dan Harjad Kotabaru 2026
- Bupati Rusli Paparkan Potensi Sektor Pertanian Kotabaru ke Wamenko Bidang Pangan RI
BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan 24 Jam via Chat, Tanpa Antri dan Batas Waktu

Keterangan Gambar : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan perluasan layanan publik merupakan bagian dari percepatan transformasi layanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat di era digital.
Jakarta, Borneopos.com - BPJS Kesehatan menghadirkan layanan administrasi 24 jam melalui kanal chat WhatsApp (PANDAWA), memungkinkan masyarakat mengakses layanan tanpa antre dan tanpa batas waktu.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pekerjaan untuk Pengelola KDMP dan KNMP0
- Sekda Kalsel Monitoring Pelaksanaan WFH di Sejumlah OPD0
Kementerian Komunikasi dan Digital menilai langkah ini sebagai bagian dari percepatan transformasi layanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat di era digital.
“Masyarakat telah hidup di ruang digital, maka layanan publik juga harus mengikuti. Kita yang mengikuti masyarakat, bukan masyarakat yang harus mengikuti kebijakan kita,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam Launching PANDAWA 24 Jam dan Kick-Off Quick Wins Direksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Meutya menekankan bahwa kecepatan layanan bukan lagi sekadar kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan jiwa.
“Beda lima menit penanganan, hasilnya bisa jadi berbeda terhadap kelangsungan hidup seseorang,” ucapnya.
Menteri Meutya mengapresiasi BPJS Kesehatan sebagai penggagas utama inovasi PANDAWA 24 Jam yang dinilai sebagai langkah konkret dalam transformasi digital nasional.
“Kami mengapresiasi peluncuran PANDAWA 24 Jam sebagai bagian dari arah besar transformasi digital nasional. Ini adalah langkah nyata BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang lebih baik,” tutur Menteri Meutya.
Transformasi ini diperkuat oleh tingginya konektivitas nasional, dengan 80,66 persen penduduk Indonesia atau sekitar 230 juta jiwa telah terhubung ke internet dan mayoritas menggunakan layanan komunikasi berbasis chat.
“Sekitar 90,8 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan platform komunikasi chat. Ini menunjukkan layanan berbasis chat merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menjangkau masyarakat luas,” jelas Menteri Meutya.
Menurut Meutya, layanan publik harus lebih proaktif dan terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan inefisiensi dari sisi anggaran dan waktu.
“Keberhasilan transformasi digital sangat ditopang oleh kolaborasi. Kami berharap layanan ini meningkatkan kepercayaan publik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250

.jpg)
1.jpg)











