- Perkuat Sinergi, DPD KNPI Silaturahmi Dengan Bupati Hulu Sungai Selatan
- DPD KNPI Kalsel Gelar Rakerda, Susun Program Kerja Tiga Tahun ke Depan
- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
BPBD Kalsel Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, Keputusan Perpanjangan Tunggu Rekomendasi BMKG

Keterangan Gambar : BPBD Kalsel Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, Keputusan Perpanjangan Tunggu Rekomendasi BMKG
Kalsel, Borneopos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan masih menunggu rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berlangsung selama tujuh hari, mulai 15 hingga 21 Juli 2026.
Baca Lainnya :
- BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat0
- Jemput Bola GISA, Disdukcapil Kalsel Dekatkan Layanan Administrasi Kependudukan ke Warga Balangan0
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan pelaksanaan OMC telah berjalan sesuai rencana. Selasa (21/7) menjadi hari terakhir pelaksanaan operasi sesuai jadwal awal, namun keputusan untuk memperpanjang atau menghentikan kegiatan masih menunggu hasil evaluasi teknis dari BMKG.
“OMC sudah dilaksanakan sejak 15 Juli sesuai jadwal selama tujuh hari hingga 21 Juli. Hari ini merupakan hari terakhir, namun kami masih menunggu saran dan masukan dari rekan-rekan BMKG apakah operasi ini masih memungkinkan untuk dilanjutkan atau cukup dihentikan,” ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Menurut Ronny, rekomendasi tersebut akan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan potensi sebaran awan di wilayah Kalimantan Selatan. Hasil evaluasi diperkirakan diterima pada siang atau sore hari.
“Kami menunggu informasi dari BMKG terkait status OMC, apakah diperpanjang atau dihentikan, mengingat potensi sebaran awan di Kalimantan Selatan menjadi salah satu faktor utama dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca,” katanya.
Ronny menjelaskan, selama pelaksanaan OMC dalam sepekan terakhir telah terjadi beberapa kali hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Meskipun tidak tergolong hujan lebat, kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Alhamdulillah, selama tujuh hari pelaksanaan OMC telah beberapa kali terjadi hujan dengan intensitas sedang. Hujan tersebut mampu menurunkan suhu udara secara cukup signifikan di Kalimantan Selatan dan turut membantu memadamkan sejumlah titik api,” jelasnya.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama BMKG dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











