- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
- Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita
- Kepala BKN RI Apresiasi Pemkab Kotabaru, Bersih Dari Isu Negatif Kepegawaian
- Geospasial Banua Award 2026; Kotabaru Raih Juara Harapan 2
- Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
- Lantik 41 Kepala Desa, Pesan Bupati Kotabaru: Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat
- Diskominfo Kotabaru Perkuat Sinergitas dengan Media Guna Penyebarluasan Informasi Pembangunan
BPBD Kalsel Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, Keputusan Perpanjangan Tunggu Rekomendasi BMKG

Keterangan Gambar : BPBD Kalsel Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, Keputusan Perpanjangan Tunggu Rekomendasi BMKG
Kalsel, Borneopos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan masih menunggu rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berlangsung selama tujuh hari, mulai 15 hingga 21 Juli 2026.
Baca Lainnya :
- BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat0
- Jemput Bola GISA, Disdukcapil Kalsel Dekatkan Layanan Administrasi Kependudukan ke Warga Balangan0
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan pelaksanaan OMC telah berjalan sesuai rencana. Selasa (21/7) menjadi hari terakhir pelaksanaan operasi sesuai jadwal awal, namun keputusan untuk memperpanjang atau menghentikan kegiatan masih menunggu hasil evaluasi teknis dari BMKG.
“OMC sudah dilaksanakan sejak 15 Juli sesuai jadwal selama tujuh hari hingga 21 Juli. Hari ini merupakan hari terakhir, namun kami masih menunggu saran dan masukan dari rekan-rekan BMKG apakah operasi ini masih memungkinkan untuk dilanjutkan atau cukup dihentikan,” ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Menurut Ronny, rekomendasi tersebut akan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan potensi sebaran awan di wilayah Kalimantan Selatan. Hasil evaluasi diperkirakan diterima pada siang atau sore hari.
“Kami menunggu informasi dari BMKG terkait status OMC, apakah diperpanjang atau dihentikan, mengingat potensi sebaran awan di Kalimantan Selatan menjadi salah satu faktor utama dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca,” katanya.
Ronny menjelaskan, selama pelaksanaan OMC dalam sepekan terakhir telah terjadi beberapa kali hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Meskipun tidak tergolong hujan lebat, kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Alhamdulillah, selama tujuh hari pelaksanaan OMC telah beberapa kali terjadi hujan dengan intensitas sedang. Hujan tersebut mampu menurunkan suhu udara secara cukup signifikan di Kalimantan Selatan dan turut membantu memadamkan sejumlah titik api,” jelasnya.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama BMKG dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250



.jpg)










