- Perkuat Sinergi, DPD KNPI Silaturahmi Dengan Bupati Hulu Sungai Selatan
- DPD KNPI Kalsel Gelar Rakerda, Susun Program Kerja Tiga Tahun ke Depan
- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat

Keterangan Gambar : BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat
Kalsel, Borneopos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Juli 2026.
Baca Lainnya :
- Jemput Bola GISA, Disdukcapil Kalsel Dekatkan Layanan Administrasi Kependudukan ke Warga Balangan0
- Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Diskominfo Kalsel Gelar Asistensi PPID se-Kalsel0
Penanganan terus dioptimalkan melalui operasi darat dan udara guna menekan dampak kebakaran, khususnya di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan berdasarkan data hingga 20 Juli 2026, luas lahan terdampak karhutla mencapai sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalimantan Selatan.
“Hingga 20 Juli 2026 terdapat 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan yang terdampak sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 hotspot yang terpantau,” ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, dari seluruh kejadian tersebut terdapat sekitar 0,2 hektare kawasan hutan yang terdampak kebakaran di wilayah Banjarbaru. Sementara itu, tim gabungan telah melakukan penanganan di area yang luasnya mencapai sekitar 46,30 hektare melalui berbagai upaya pemadaman dan pengendalian.
Ronny juga mengungkapkan, pada Sabtu (18/7) terjadi beberapa kebakaran hutan dan lahan hingga malam hari di kawasan selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi.
“Sabtu kemarin memang terjadi beberapa kebakaran di area selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi. Kami langsung melaksanakan operasi water bombing, sehingga pada hari ini, Selasa, asap pekat sudah mulai berkurang,” katanya.
Menurut Ronny, operasi udara menggunakan helikopter water bombing memiliki keterbatasan waktu karena hanya dapat dilakukan hingga pukul 18.00 demi menjaga aspek keselamatan penerbangan.
“Operasi udara hanya dimungkinkan sampai pukul 18.00. Apabila titik api belum berhasil dipadamkan, maka operasi tetap dilanjutkan melalui jalur darat. Heli water bombing tidak diperbolehkan beroperasi pada malam hari karena mempertimbangkan faktor keselamatan,” jelasnya.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai unsur terkait terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan karhutla agar penyebaran api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan dapat diminimalkan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











