- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
- Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita
- Kepala BKN RI Apresiasi Pemkab Kotabaru, Bersih Dari Isu Negatif Kepegawaian
- Geospasial Banua Award 2026; Kotabaru Raih Juara Harapan 2
- Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
- Lantik 41 Kepala Desa, Pesan Bupati Kotabaru: Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat
- Diskominfo Kotabaru Perkuat Sinergitas dengan Media Guna Penyebarluasan Informasi Pembangunan
Perkuat Identitas Daerah, Disparpora Kotabaru Pelopori Penggunaan Syal dan Laung Saijaan

Keterangan Gambar : Tim Disparpora Kotabaru kompak menggunakan Syal dan Laung Saijaan.l.sebagai identitas daerah.
Kotabaru, Borneopos.com - Semangat Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam memperkenalkan budaya daerah terus dilakukan, salah satunya melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru. Hal ini diwujudkan dengan penggunaan aksesori khas bermotif Sa-Ijaan di lingkungan pegawai sebagai bagian dari identitas daerah.
Baca Lainnya :
- Obyek Wisata Siring Laut Kotabaru Jadi Saksi Pagelaran Sastra Simponi Kemerdekaan0
- Disparpora Kotabaru Sabet Juara Pertama Pawai HUT RI ke-81 Katagori SKPD0
Mulai Rabu, 2 September 2026, seluruh pegawai Disparpora Kabupaten Kotabaru diwajibkan mengenakan aksesori khas tersebut setiap hari Rabu dan Kamis. Ketentuan ini berdasarkan edaran Kepala Disparpora Kabupaten Kotabaru, Ir. Kamirudin, M.Si.
Dalam penerapannya, pegawai perempuan mengenakan syal Sa-Ijaan, sedangkan pegawai laki-laki menggunakan laung Sa-Ijaan. Penggunaan aksesori ini dimaksudkan sebagai identitas dan ciri khas Disparpora Kabupaten Kotabaru, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga budaya daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Kotabaru di lingkungan pemerintahan. Selain sebagai jati diri, penggunaan aksesori khas ini juga menjadi bentuk pengenalan budaya daerah dalam keseharian para pegawai.
Penerapan di lingkungan Disparpora Kabupaten Kotabaru ini diharapkan dapat menjadi langkah awal agar penggunaan aksesori khas daerah juga dapat diterapkan oleh pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotabaru ke depannya. (red/ril).
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












