- Tahunan Menunggu Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Rt.6 Desa Semayap Gotong Royong Perbaiki Jalan
- Wabup Syairi Hadiri Malam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke 65 di Siring Laut
- Paripurna DPRD Kotabaru Sampaikan 2 Raperda, Soal Kawasan Tanpa Rokok dan Pengelolaan BUMD
- Menggagas Sahabat Jurnal Perempuan di Banjarmasin
- STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda Ke-28
- Atasi Kiris Air di Desa Bekambit Asri, PT SSC Bangunkan Sumur Bor untuk Warga
- Pemkab Kotabaru Gelar Malam Ramah Tamah Peringatan Hari Pramuka Ke-65 se Kalsel
- Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi
- Syairi: Musda KNPI Kotabaru, Momentum Perkuat Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
- Kadisparpora Hadiri Rapimpurda dan Musda KNPI Kotabaru 2026
Perkuat Identitas Daerah, Disparpora Kotabaru Pelopori Penggunaan Syal dan Laung Saijaan

Keterangan Gambar : Tim Disparpora Kotabaru kompak menggunakan Syal dan Laung Saijaan.l.sebagai identitas daerah.
Kotabaru, Borneopos.com - Semangat Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam memperkenalkan budaya daerah terus dilakukan, salah satunya melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru. Hal ini diwujudkan dengan penggunaan aksesori khas bermotif Sa-Ijaan di lingkungan pegawai sebagai bagian dari identitas daerah.
Baca Lainnya :
- Obyek Wisata Siring Laut Kotabaru Jadi Saksi Pagelaran Sastra Simponi Kemerdekaan0
- Disparpora Kotabaru Sabet Juara Pertama Pawai HUT RI ke-81 Katagori SKPD0
Mulai Rabu, 2 September 2026, seluruh pegawai Disparpora Kabupaten Kotabaru diwajibkan mengenakan aksesori khas tersebut setiap hari Rabu dan Kamis. Ketentuan ini berdasarkan edaran Kepala Disparpora Kabupaten Kotabaru, Ir. Kamirudin, M.Si.
Dalam penerapannya, pegawai perempuan mengenakan syal Sa-Ijaan, sedangkan pegawai laki-laki menggunakan laung Sa-Ijaan. Penggunaan aksesori ini dimaksudkan sebagai identitas dan ciri khas Disparpora Kabupaten Kotabaru, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga budaya daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Kotabaru di lingkungan pemerintahan. Selain sebagai jati diri, penggunaan aksesori khas ini juga menjadi bentuk pengenalan budaya daerah dalam keseharian para pegawai.
Penerapan di lingkungan Disparpora Kabupaten Kotabaru ini diharapkan dapat menjadi langkah awal agar penggunaan aksesori khas daerah juga dapat diterapkan oleh pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotabaru ke depannya. (red/ril).
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











