- Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui Live Info Haji
- Tampil memukau, Kontingen Kotabaru ikuti Pawai Taaruf MTQ Nasional ke-37 tingkat Kalsel
- Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pemkab Kotabaru gelar seminar Regional se - KalSel
- Indocement Tarjun Latih Karyawan dan Stakeholder Terkait Penyelamatan di Ruang Terbatas
- Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
- Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
- 516 Siswa RA-MI Maarif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
BI Kalimantan Perkuat Peran Opinion Maker Jaga Optimisme Ekonomi di Tengah Dinamika Global

Keterangan Gambar : Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan sekaligus Koordinator Wilayah Kalimantan, Aloysius Donanto H.W menegaskan pentingnya penguatan komunikasi publik dan jejaring antar pemangku kepentingan dalam menjaga optimisme ekonomi di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Kalsel, Borneopos.com - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan sekaligus Koordinator Wilayah Kalimantan, Aloysius Donanto H.W menegaskan pentingnya penguatan komunikasi publik dan jejaring antar pemangku kepentingan dalam menjaga optimisme ekonomi di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Baca Lainnya :
- Peringati Hari Kartini, DWP Kalsel Ajak Perempuan Banua Jadi Sosok Mandiri dan Berdaya0
- Peringati HUT ke-75, IBI Kotabaru Gelar Bakti Sosial KB dan Imunisasi0
Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Capacity Building Opinion Maker Wilayah Kalimantan bertema “Memperkuat Komunikasi, Menjaga Ekspektasi, Membangun Optimisme Ekonomi Kalimantan” di salah satu hotel di Kota Malang, Rabu (6/5/2026).
Aloysius menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, serta membangun jejaring komunikasi antara insan media, akademisi, dan para opinion maker di wilayah Kalimantan.
“Dalam kondisi yang penuh dinamika saat ini, memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan membangun jejaring komunikasi perlu kita lakukan bersama untuk memahami kondisi Indonesia, khususnya yang berdampak kepada wilayah Kalimantan,” ujarnya.
Ia menyoroti dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih berfluktuasi dan menjadi perhatian publik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak cukup hanya dijawab melalui kebijakan Bank Indonesia, namun juga membutuhkan pemahaman bersama dari masyarakat agar mampu menyikapi situasi secara tepat.
“Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah stabilisasi. Namun masyarakat juga diharapkan memahami kondisi yang sebenarnya terjadi dan turut berkontribusi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, salah satunya dengan mengutamakan transaksi menggunakan rupiah dan fokus pada konsumsi produk domestik,” katanya.
Aloysius juga mengingatkan pentingnya pengelolaan transaksi secara bijak di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai masyarakat perlu lebih selektif dalam melakukan konsumsi maupun transaksi valuta asing agar tidak memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Selain itu, derasnya arus informasi di era digital dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi insan media dan opinion maker. Menurutnya, banyak informasi yang berkembang tidak sepenuhnya menggambarkan realitas sehingga diperlukan kemampuan untuk mengkalibrasi dan memverifikasi informasi sebelum disampaikan kepada publik.
“Tantangan kita, baik bagi jurnalis maupun opinion maker, adalah bagaimana memberikan pemahaman bahwa ada informasi yang beyond reality. Reality-nya harus kita lihat secara lebih proper supaya masyarakat bisa menyikapi fenomena dengan lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, komunikasi publik yang dibangun secara kolaboratif antara media, akademisi, dan lembaga terkait menjadi penting guna memperkecil perbedaan perspektif dan menghasilkan informasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Kalau ada hal-hal lain, mari kita konfirmasi bersama. Jadi kita tidak hanya menelan mentah-mentah informasi, tetapi juga mengkalibrasi sebenarnya seperti apa konteksnya,” tambahnya.
Aloysius juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih cukup baik di tengah tekanan global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia relatif terjaga, termasuk kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan yang mulai menunjukkan pergeseran struktur ekonomi di luar sektor pertambangan.
“Kita melihat nilai tukar rupiah memang bergejolak, tetapi di sisi lain pertumbuhan ekonomi bagus, inflasi juga bagus. Ini yang perlu dipahami lebih mendalam agar masyarakat memahami konteks dan relevansinya,” jelasnya.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL











