- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Siring Laut Dipenuhi Pecinta Wayang Kulit, Kolaborasi Dewan Kesenian Kotabaru dan PEPADI

Keterangan Gambar : Pagelaran wayang kulit di siring laut kotabaru, Sabtu (8/8/2026).
Kotabaru, Borneopos.com - Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru (DKKK) menggandeng Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Kotabaru menggelar pertunjukan Wayang Kulit Banjar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Kegiatan yang turut melibatkan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kotabaru yang berlangsung di Siring Laut Kotabaru, Sabtu (08/08/2026).
Baca Lainnya :
- Masuki HUT ke-51, Indocement Catat Laba Periode Berjalan Rp589,6 miliar atau naik 19,2%.0
- Kunjungan Ke Makodim 1004, GOW Kotabaru Gelar Pertemuan Dan Edukasi Kesehatan Mental0
Pertunjukan mengangkat lakon "Raden Anggada Bulik", yang mengisahkan Raden Anggada setelah dihasut Prabu Dasamuka hingga terjadi perselisihan dengan Prabu Rama dan Sugriwa di negeri Pancawati Danda.
Ketua Umum DKD Kotabaru, H. Ahmad Fitriadi Faz, S.H., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya mengangkat kembali Wayang Kulit Banjar yang keberadaannya hampir punah di Kotabaru.
"Wayang Kulit Banjar ini sesuatu yang sudah hampir punah di Kabupaten Kotabaru. Dari sekian banyak yang biasa menjadi dalang di Kotabaru, tinggal satu-satunya lagi, yang usianya sudah 80 tahun ke atas," ujarnya, Sabtu (08/08/2026)
Menurut Fitriadi, pertunjukan wayang dalam momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai filosofis kehidupan sekaligus mengenalkan warisan budaya Banjar kepada generasi muda.
"Dalam konteksnya hari kemerdekaan, kita juga ingin kembali menumbuhkembangkan kepada generasi muda hari ini. Bahwa wayang yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia, termasuk warisan budaya di masyarakat Banjar. Dia memiliki nilai-nilai filosofis yang mampu menyampaikan pesan-pesan yang baik kepada masyarakat," katanya.
Ia menilai cerita yang diangkat relevan dengan kehidupan bernegara karena berkaitan dengan pemerintahan, kekuasaan, perselisihan, dan pengkhianatan. Pesan tersebut diharapkan dapat lebih mudah diterima masyarakat melalui pertunjukan wayang.
Selain menjadi bagian dari hiburan dalam peringatan kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi upaya pemerintah daerah melalui DKD untuk melestarikan seni budaya daerah dan memperkenalkannya kepada generasi muda Kotabaru.
"Ini adalah upaya dari pemerintah daerah melalui Dewan Kesenian. Kita melestarikan seni budaya daerah kita, Wayang Banjar, supaya dikenal oleh generasi muda kita hari ini," pungkasnya. (ril/red)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














