- Pemprov Kalsel Sampaikan LKPJ 2025, Indikator Pembangunan Tunjukkan Tren Positif
- Pinky Manarul Alam Siap Bertarung di KNPI Barito Kuala, Berikut Rekam Jejaknya!
- KNPI Tanah Bumbu Apresiasi Musrenbang sebagai Wadah Aspirasi Pembangunan Daerah
- Menteri Lingkungan Hidup dan Rektor ULM Perkuat Sinergi Penanganan Sampah Berbasis Kampus
- Usai Cuti Bersama Idulfitri, Walikota Banjarbaru Lisa Ingatkan ASN Tingkatkan Etos Kerja
- Kepala UPT Wisata, Dian: 8.000 Wisatawan Berlibur Dengan Aman di Pantai Gedambaan
- Dalam 5 Hari, Wisata Air Terjun Tumpang Dua Kotabaru Layani 1.300 Wisatawan
- Hutan Meranti Kotabaru Dikunjungi Lebih 1.000 Wisatawan pada Musim Libur Lebaran 2026
- Mendes PDT Yandri Susanto: 100% Keuntungan KDMP Kembali ke Masyarakat Desa
- Silaturahmi Bupati Kotabaru di Kediaman H. Isam, Pererat Kebersamaan dan Bahas Masa Depan Daerah
Banjir Kalsel: 20 Sekolah Terdampak, Siswa Kini Belajar Lewat Daring

Keterangan Gambar : Kondisi banjir Kalsel yang rendam 20 sekolah.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel tengah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Sekolah yang terdampak meliputi jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.
Baca Lainnya :
- Gubernur Muhidin: Presiden Prabowo akan Resmikan Sekolah Rakyat di Kalsel, 12 Januari 20260
- Gubernur Muhidin Tegaskan Bantuan Banjir Diberikan Berdasarkan Data0
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, mengatakan bahwa pendataan masih terus berlangsung, terutama untuk sekolah swasta. Dari hasil sementara, tercatat sekitar 20 sekolah negeri terdampak banjir.
“Kami melakukan identifikasi terhadap sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Selatan yang terdampak banjir. Kurang lebih ada 20 sekolah, namun untuk sekolah swasta masih kami himpun datanya,” ujar Tantri di Banjarbaru, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir berdampak signifikan terhadap proses belajar mengajar. Salah satunya terjadi di SMAN 3 Martapura yang dikunjungi Disdikbud Kalsel pada Kamis (8/1/2026), di mana akses masuk sekolah terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa. Untuk meminimalkan kerusakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap sarana dan prasarana sekolah.
“Kondisi banjir tentu memengaruhi proses belajar mengajar. Seperti di SMAN 3 Martapura, akses masuk sekolah terendam hampir sepaha. Namun kami sudah melakukan rekayasa konstruksi, dan alhamdulillah meja serta kursi dapat diamankan sehingga tidak mengalami kerusakan,” jelasnya.
Tantri menegaskan, perbaikan sekolah terdampak banjir menjadi prioritas Disdikbud Kalsel pada tahun 2026. Saat ini, pihaknya masih menghitung tingkat kerusakan serta kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk perbaikan.
“Perbaikan sekolah terdampak menjadi prioritas kami di tahun 2026. Kami sedang menghitung tingkat kerusakan dan alokasi anggaran yang harus disiapkan,” katanya.
Berdasarkan data Disdikbud Kalsel, sekolah terdampak banjir tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut. Dampak banjir bervariasi, mulai dari genangan di halaman sekolah hingga masuk ke ruang kelas dan ruang praktik.
Beberapa sekolah yang terdampak di antaranya SLB Negeri 1 Amuntai, SMAN 3 Martapura, SMAN 1 Mataraman, SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, SMAN 1 Gambut, SMK Sungai Tabuk, SMK Kertak Hanyar, dan SMK NU Ma’arif. Selain itu, terdapat pula SMAN 13 Banjarmasin, SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, serta SMK Harapan Bangsa.
Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru, Disdikbud Kalsel mencatat tidak terdapat sekolah yang terdampak banjir.
Selama masa banjir, Disdikbud Kalsel tetap mendorong kegiatan belajar mengajar melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan ini diambil mengingat banyak rumah siswa juga terendam banjir, sehingga menyulitkan mereka untuk beraktivitas secara normal.
“Dalam kondisi banjir, kami tidak ingin anak-anak kehilangan kesempatan belajar. Oleh karena itu, kami menerapkan PJJ atau pembelajaran daring. Kami juga memberikan relaksasi kepada sekolah, guru, dan peserta didik, termasuk dalam hal absensi,” ujar Tantri.
Ia berharap dukungan seluruh masyarakat agar banjir segera surut, sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah dapat kembali berjalan normal. (Red/MC)
Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
Berita Banjarbaru







.jpg)






