- Komitmen Awasi Keuangan Daerah, Bang Tungku: 24 Agustus 2026, Kami akan Demo DPRD Kotabaru
- Bupati Rusli didampingi Forkopimda Lepas Karnaval HUT ke - 81 RI di Kotabaru
- Siaran Pers WALHI Kalsel: 81 Tahun Kemerdekaan, Kalsel Belum Merdeka dari Asap dan Krisis Iklim
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Penampilan dan Dedikasi Paskibraka 2026
- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS
- HUT RI ke-81, Bupati Dan Wakil Bupati Kotabaru Teguhkan Semangat Menuju Kotabaru Hebat
- LPTQ Kotabaru Bina Talenta Qari dan Qariah, Targetkan Tiga Besar MTQ Kalsel
- Pemkab Kotabaru Gelar TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan HUT RI ke-81
- HUT RI ke-81, Polresta Samarinda Bagikan 500 Bendera Merah Putih
8 Daerah di Kalsel Diterjang Banjir, Gubernur Muhidin Instruksikan Siaga Darurat

Keterangan Gambar : Kondisi Banjar balangan dan Rakor Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor secara virtual dari Command Center Pemprov Kalsel, Selasa (30/12/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com - Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan arahan strategis dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor yang digelar secara virtual dari Command Center Pemprov Kalsel, Selasa (30/12/2025).
Baca Lainnya :
- Haul Guru Sekumpul, SMSI Kalsel Bagikan Ratusan Sajadah dan Kopiah ke Jemaah0
- Dinsos Kalsel Bagikan 1.000 Porsi Nasi pada Momen 5 Rajab di Martapura0
Gubernur menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam seluruh kebijakan penanganan bencana.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto). Ego sektoral antarinstansi harus dibuang demi penanganan yang cepat dan tepat,” tegas Sekda saat membacakan arahan Gubernur.
Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran melakukan evaluasi cepat dan menyeluruh terhadap bencana banjir dan banjir bandang yang terjadi pada 27 Desember 2025.
Evaluasi mencakup kecepatan evakuasi, distribusi bantuan, serta memastikan tidak ada warga yang terisolasi tanpa dukungan logistik. Selain itu, pemerintah daerah diminta segera memetakan kembali fasilitas dan infrastruktur yang rusak dan terdampak sebagai dasar percepatan pemulihan.
“Berdasarkan data sementara, bencana tersebut berdampak pada 8 daerah, yaitu Balangan, Banjar, Tabalong, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Banjarbaru, dan Tanah Laut,” katanya.
Tercatat 16.999 kepala keluarga atau 50.585 jiwa terdampak, dengan 1.166 jiwa mengungsi. Sebanyak 7.431 rumah terendam dan 14 rumah rusak, serta puluhan fasilitas publik turut terdampak, meliputi 33 sekolah, 30 rumah ibadah, 4 fasilitas layanan kesehatan, 20 fasilitas umum, dan 2 pasar.
Gubernur secara khusus memerintahkan Banjarbaru, Banjar, HST, HSU, dan Balangan yang telah menetapkan status siaga darurat agar mengaktifkan posko komando 24 jam dengan kesiapan personel penuh.
“Daerah lainnya diminta tetap siaga dan segera menetapkan status darurat apabila kondisi memburuk. Seluruh peralatan evakuasi seperti perahu karet, tenda pengungsian, dan perlengkapan darurat harus sudah berada di titik rawan guna mempercepat waktu respons,” tuturnya.
Mengacu pada data BMKG, seluruh kepala daerah diwajibkan memantau peringatan dini cuaca setiap jam. Mengingat sejarah banjir besar Kalsel pada Januari 2021, Gubernur menekankan pengawasan ekstra pada debit sungai utama, antara lain Barito, Martapura, Riam Kiwa, Balangan, Tabalong, dan Amandit, serta sungai-sungai lainnya secara berkala.
Pemerintah daerah diminta memastikan stok logistik pangan minimal mencukupi dua minggu ke depan. Dinas Kesehatan juga diperintahkan menyiagakan obat-obatan dan tim medis keliling guna mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti leptospirosis, diare, dan penyakit kulit.
“Seluruh informasi kebencanaan harus disampaikan melalui satu pintu, yakni BPBD, untuk menghindari hoaks,” ujarnya. (Red/MC)



Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0














