- Balik Nama Sertifikat Hibah Orang Tua ke Anak Kini makin Mudah
- Dewan Pers Desak Pembebasan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
- Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rapat Koordinasi Posyandu Tahun 2026
- Mengenal Sososk Rendy Rahmadani, Relawan Literasi Masyarakat Kotabaru
- Peringati Hari Hipertensi, Dinkes Kalsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Pola Hidup Sehat
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, DP3AKB Kalsel Tekankan Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Hamil
- Paripurna DPRD Tanah Bumbu, Andi Rustianto Minta Pemkab Hadirkan Layanan OSS Keliling
- Pantai Gedambaan, Tempat Wisata Nuansa Laut Yang Ramah Kantong
- Sambut Hari Jadi ke -76, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI
- Abdul Kadir Hadiri Perhitungan Suara Pemilihan Kades Sigam, Hadriansyah Menang Telak
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, DP3AKB Kalsel Tekankan Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Hamil

Keterangan Gambar : Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan
Kalsel, Borneopos.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bahkan sejak masa remaja perempuan. Hal tersebut disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan perempuan dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Baca Lainnya :
- Paripurna DPRD Tanah Bumbu, Andi Rustianto Minta Pemkab Hadirkan Layanan OSS Keliling0
- Pantai Gedambaan, Tempat Wisata Nuansa Laut Yang Ramah Kantong0
Menurut Husnul Hatimah, periode seribu hari pertama kehidupan menjadi fase yang sangat menentukan tumbuh kembang anak, karena pada masa tersebut perkembangan tubuh dan otak berlangsung sangat cepat.
“Stunting dimulai sebelum hamil. Lalu kenapa seribu hari pertama kehidupan disebut periode emas? Karena sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, tubuh dan otak anak berkembang sangat cepat. Di sinilah stunting bisa terjadi, tetapi juga masih bisa dicegah,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan status gizi perempuan, mulai dari remaja putri, ibu hamil hingga ibu menyusui. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan harus menjadi prioritas bersama.
“Kuncinya ada pada perempuan remaja putri, ibu hamil hingga ibu menyusui. Status gizi perempuan sebelum dan selama kehamilan sangat menentukan masa depan anak-anak kita,” kata Husnul Hatimah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan ketika anak telah lahir, melainkan harus dimulai sejak perempuan mempersiapkan diri secara sehat sejak usia remaja.
“Jadi, pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, tetapi dimulai dari perempuan remaja yang sehat dan siap sejak awal,” tegasnya.
DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta kesiapan perempuan dalam menghadapi masa kehamilan guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan.(Red/Mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250






.jpg)




