- Atasi Kiris Air di Desa Bekambit Asri, PT SSC Bangunkan Sumur Bor untuk Warga
- Pemkab Kotabaru Gelar Malam Ramah Tamah Peringatan Hari Pramuka Ke-65 se Kalsel
- Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi
- Syairi: Musda KNPI Kotabaru, Momentum Perkuat Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
- Kadisparpora Hadiri Rapimpurda dan Musda KNPI Kotabaru 2026
- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, DP3AKB Kalsel Tekankan Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Hamil

Keterangan Gambar : Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan
Kalsel, Borneopos.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bahkan sejak masa remaja perempuan. Hal tersebut disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan perempuan dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Baca Lainnya :
- Paripurna DPRD Tanah Bumbu, Andi Rustianto Minta Pemkab Hadirkan Layanan OSS Keliling0
- Pantai Gedambaan, Tempat Wisata Nuansa Laut Yang Ramah Kantong0
Menurut Husnul Hatimah, periode seribu hari pertama kehidupan menjadi fase yang sangat menentukan tumbuh kembang anak, karena pada masa tersebut perkembangan tubuh dan otak berlangsung sangat cepat.
“Stunting dimulai sebelum hamil. Lalu kenapa seribu hari pertama kehidupan disebut periode emas? Karena sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, tubuh dan otak anak berkembang sangat cepat. Di sinilah stunting bisa terjadi, tetapi juga masih bisa dicegah,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan status gizi perempuan, mulai dari remaja putri, ibu hamil hingga ibu menyusui. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan harus menjadi prioritas bersama.
“Kuncinya ada pada perempuan remaja putri, ibu hamil hingga ibu menyusui. Status gizi perempuan sebelum dan selama kehamilan sangat menentukan masa depan anak-anak kita,” kata Husnul Hatimah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan ketika anak telah lahir, melainkan harus dimulai sejak perempuan mempersiapkan diri secara sehat sejak usia remaja.
“Jadi, pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, tetapi dimulai dari perempuan remaja yang sehat dan siap sejak awal,” tegasnya.
DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta kesiapan perempuan dalam menghadapi masa kehamilan guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan.(Red/Mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














