- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
- Setda Kotabaru Dorong ASN Cerdas Finansial di Era Digital
- Kotabaru Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kalsel
- Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Kesadaran Nasional
- 30 Pemuda Kotabaru Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Digitalisasi Usaha di Tanah Bumbu
- Disparpora dan IOSKI Kotabaru Gelar Pelatihan SKJ 2022 dan SAIH untuk Guru PJOK
- Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
- Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata
Warga Keluhkan Biaya Rujukan Mahal, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Beri Respon Cepat

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi.
Kotabaru Borneopos.com - Keluhan warga Kecamatan Pulau Sembilan terkait tingginya biaya transportasi laut untuk merujuk pasien darurat mendapat respon positif dari Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi.
Baca Lainnya :
- Agus Subejo Apresiasi Pimpinan DPRD Kotabaru Yang Turun Langusng Cek Jalan Rusak0
- Disparpora Kotabaru Tekankan Pegembangan Kepariwisataan dan Kepemudaan pada Program 20270
Hal tersebut disampaikan Abu Suwandi kepada awak media, Sabtu (7/3/2026). Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut agar ke depan pelayanan bagi warga, khususnya dalam kondisi darurat, dapat lebih terbantu.
Menurutnya, persoalan biaya transportasi laut yang tinggi sering terjadi ketika tidak ada kapal perintis yang beroperasi. Kondisi ini membuat warga harus menggunakan transportasi alternatif dengan biaya yang cukup besar untuk membawa pasien ke rumah sakit di Kotabaru.
Abu Suwandi juga menjelaskan bahwa saat ini pengadaan kapal kayu tidak lagi diperbolehkan. Namun demikian, pihaknya akan tetap berupaya mencari solusi agar kebutuhan transportasi masyarakat tetap bisa terpenuhi.
Ia menambahkan, bantuan tersebut nantinya akan diupayakan melalui berbagai jalur, baik melalui pokok-pokok pikiran (pokran) dewan maupun melalui program sektoral pemerintah.
Respon positif dari Ketua Komisi II DPRD Kotabaru tersebut menjadi angin segar bagi warga Pulau Sembilan yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya transportasi laut, khususnya saat harus merujuk pasien dalam kondisi darurat.(red/ril)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














