- Pemprov Kalsel Sampaikan LKPJ 2025, Indikator Pembangunan Tunjukkan Tren Positif
- Pinky Manarul Alam Siap Bertarung di KNPI Barito Kuala, Berikut Rekam Jejaknya!
- KNPI Tanah Bumbu Apresiasi Musrenbang sebagai Wadah Aspirasi Pembangunan Daerah
- Menteri Lingkungan Hidup dan Rektor ULM Perkuat Sinergi Penanganan Sampah Berbasis Kampus
- Usai Cuti Bersama Idulfitri, Walikota Banjarbaru Lisa Ingatkan ASN Tingkatkan Etos Kerja
- Kepala UPT Wisata, Dian: 8.000 Wisatawan Berlibur Dengan Aman di Pantai Gedambaan
- Dalam 5 Hari, Wisata Air Terjun Tumpang Dua Kotabaru Layani 1.300 Wisatawan
- Hutan Meranti Kotabaru Dikunjungi Lebih 1.000 Wisatawan pada Musim Libur Lebaran 2026
- Mendes PDT Yandri Susanto: 100% Keuntungan KDMP Kembali ke Masyarakat Desa
- Silaturahmi Bupati Kotabaru di Kediaman H. Isam, Pererat Kebersamaan dan Bahas Masa Depan Daerah
Tiga Inovasi Mahasiswa RPL Prodi Kebidanan Poltekkes Banjarmasin di Desa Tanjung Pelayar

Keterangan Gambar : Foto bersama mahasiswa RPL Prodi Kebidanan Poltekkes Banjarmasin, Senin (13/01/25).
Kotabaru, Borneo Pos -- Desa Tanjung Pelayar, wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selayar, menjadi pusat pelaksanaan program Pemberdayaan Masyarakat yang diprakarsai oleh mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin. Program ini tidak hanya memberikan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang inovatif.
Baca Lainnya :
- Polresta Samarinda Gagalkan Peredaran Sabu 501,7 Gram, Dua Tersangka Warga Kalsel Ditangkap0
- Polres Samosir Gelar Anev Gangguan Kamtibmas 2024, Penyelesaian Kasus dan Antisipasi Kejahatan0
Program ini dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa :
1. Ambul Putri Pramono (P07124224162R)
2. Mardiana (P07124224174R)
3. Raudatul Jannah (P07124224178R)
4. Selvia Rosluniwati (P07124224181R)
5. Siti Misbah (P07124224182R)
6. Sumariati (P07124224184R)
7. Yulia Mukhdarina (P07124224188R)
Didukung penuh oleh Kepala Puskesmas Tanjung Selayar, para dosen pembimbing, dan preseptor klinik, program ini melibatkan masyarakat RT 01 hingga RT 06 Desa Tanjung Pelayar sebagai sasaran utama, yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, pasangan usia subur (PUS), dan remaja.
Mahasiswa mengimplementasikan tiga kegiatan inovatif untuk menjawab tantangan kesehatan di desa ini:
1. DIARE SMART (Diare Sembuh dengan Makanan dan Air Rehidrasi). Program ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya rehidrasi untuk mengatasi diare. Produk unggulan berupa leaflet dan demonstrasi cara membuat larutan rehidrasi oral yang sederhana membantu masyarakat memahami cara penanganan diare dengan mudah dan murah.
2. ZAT BESI BERSAMA (Kampanye Zat Besi untuk Remaja). Melalui penyuluhan dan workshop memasak makanan kaya zat besi, remaja diperkenalkan pada pentingnya mencegah anemia. Kegiatan ini menghasilkan produk seperti booklet edukasi dan resep makanan bergizi yang dapat diterapkan langsung oleh peserta di rumah.
3. POSYANDU PLAY (Posyandu yang Menyenangkan). Dengan pendekatan kreatif, Posyandu dihidupkan kembali sebagai tempat interaktif yang menyenangkan. Anak-anak diajak belajar tentang gizi melalui permainan edukatif, sementara orang tua diberi materi pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Produk kegiatan berupa poster, modul edukasi, dan video dokumentasi menjadi alat bantu yang efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran Kepala Puskesmas Tanjung Selayar, aparat desa, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Dukungan akademik diberikan oleh dosen pembimbing dan preseptor klinik yang memastikan setiap kegiatan terlaksana dengan baik dan berdampak nyata.
Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak, menurunkan risiko diare pada balita, serta meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya zat besi dalam pola makan mereka. Kegiatan Posyandu Play juga mencatat lonjakan partisipasi orang tua dalam membawa anak ke Posyandu.
Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi mampu menciptakan dampak yang signifikan. Desa Tanjung Pelayar kini menjadi model pemberdayaan kesehatan yang patut dicontoh, dengan harapan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti jejak suksesnya.
"Melalui program ini, kami berharap Desa Tanjung Pelayar dapat melahirkan generasi yang lebih sehat dan mandiri," ujar salah satu mahasiswa, Senin (13/01/25). Dengan kerja keras dan sinergi yang solid, transformasi kesehatan yang dimulai dari desa kini telah menciptakan fondasi bagi masa depan yang lebih baik.(ril/red)

Baca Lainnya :
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0







.jpg)






