- Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui Live Info Haji
- Tampil memukau, Kontingen Kotabaru ikuti Pawai Taaruf MTQ Nasional ke-37 tingkat Kalsel
- Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pemkab Kotabaru gelar seminar Regional se - KalSel
- Indocement Tarjun Latih Karyawan dan Stakeholder Terkait Penyelamatan di Ruang Terbatas
- Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
- Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
- 516 Siswa RA-MI Maarif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
Mendes PDT Yandri Susanto: 100% Keuntungan KDMP Kembali ke Masyarakat Desa

Keterangan Gambar : Gedung Koperasi Merah Putih (ilustrasi).
Baca Lainnya :
- Silaturahmi Bupati Kotabaru di Kediaman H. Isam, Pererat Kebersamaan dan Bahas Masa Depan Daerah0
- Open House Istana: Rasa Haru dan Bahagia Warga Saat Bertemu Presiden Prabowo0
“Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dalam keterangannya terkait acara peninjauan progres pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju, Bengkulu, seperti dilansir pada Minggu (22/3/2026)
Ia menegaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa sebagai upaya pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih merupakan terobosan ekonomi desa dengan konsep retail modern yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, sembako, hingga LPG, namun dengan orientasi manfaat yang berbeda dari sektor swasta.
“Kopdes Merah Putih tidak hanya akan menyerap tenaga kerja yang ada di desa, tetapi yang menikmati keuntungan koperasi juga masyarakat desa sebagai anggota koperasi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Kopdes menjadi alternatif model ekonomi yang berbeda dari jaringan retail modern, karena seluruh keuntungan usaha dikembalikan kepada masyarakat desa.
“Kopdes adalah antitesis dari model ekonomi yang memusatkan kekayaan pada segelintir orang. Di sini, 100 persen keuntungan kembali ke masyarakat desa,” tegasnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, Kopdes juga diwajibkan berkontribusi terhadap pembangunan desa melalui alokasi minimal 20 persen dari keuntungan bersih sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara sisanya digunakan untuk pengembangan usaha dan program sosial masyarakat.
Pemerintah berharap kehadiran Kopdes Merah Putih di berbagai daerah dapat mengurangi ketergantungan distribusi logistik dari kota serta memperkuat daya beli masyarakat desa.
Jika model ini berhasil dan diterapkan secara luas, desa diharapkan tidak lagi hanya menjadi pasar, melainkan mampu menjadi pelaku utama dalam perputaran ekonomi nasional.(red/IP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita Kotabaru












