- STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda Ke-28
- Atasi Kiris Air di Desa Bekambit Asri, PT SSC Bangunkan Sumur Bor untuk Warga
- Pemkab Kotabaru Gelar Malam Ramah Tamah Peringatan Hari Pramuka Ke-65 se Kalsel
- Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi
- Syairi: Musda KNPI Kotabaru, Momentum Perkuat Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
- Kadisparpora Hadiri Rapimpurda dan Musda KNPI Kotabaru 2026
- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda Ke-28

Keterangan Gambar : Wisuda Ke-28 STIT Darul Ulum Kotabaru, Minggu (10/10/2026).
Kotabaru, Borneopos.com - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Ulum Kotabaru menggelar Wisuda Ke-28 Sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) di Gedung Paris Barantai, pada Sabtu (10/10/2026).
Baca Lainnya :
- Atasi Kiris Air di Desa Bekambit Asri, PT SSC Bangunkan Sumur Bor untuk Warga0
- Pemkab Kotabaru Gelar Malam Ramah Tamah Peringatan Hari Pramuka Ke-65 se Kalsel0
Momen ini menjadi penanda keberhasilan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus awal perjalanan untuk mengamalkan ilmu di te⁶ngah masyarakat.
Ketua STIT Darul Ulum Kotabaru, Dr. Muhammad Zaim, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan wisuda. Ia menilai rangkaian acara tersebut menghadirkan banyak pesan dan kesan yang dapat menjadi bekal bagi para wisudawan dan wisudawati.
“Alhamdulillah, acara wisuda hari ini berjalan dengan lancar. Dalam rangkaian acara tersebut, tentunya terdapat banyak pesan dan kesan yang dapat diambil. Orasi ilmiah yang disampaikan juga bisa menjadi bekal bagi para wisudawan dan wisudawati serta menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik,” ungkap Zaim.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari nilai akademik atau indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga dari akhlak, karakter, kepribadian, serta perannya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketika sudah wisuda dan lulus dari kampus, kemudian kembali ke masyarakat, masyarakat tidak akan menanyakan berapa IPK atau berapa nilainya. Yang akan dilihat adalah bagaimana akhlak, karakter, kepribadian, serta peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Zaim berharap para wisudawan dan wisudawati dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang berakhlakul karimah dan mampu membanggakan keluarga. Selain itu, para lulusan diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga maupun masyarakat serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Harapannya, para wisudawan dan wisudawati bisa kembali ke masyarakat dan membanggakan keluarga dengan menjadi orang yang memiliki kepribadian berakhlakul karimah. Kemudian, mereka juga bisa membantu perekonomian keluarga, perekonomian masyarakat, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu wisudawati, Anisa, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena telah berhasil menyelesaikan pendidikan di STIT Darul Ulum Kotabaru. Baginya, wisuda menjadi momen berharga sekaligus langkah awal untuk menatap masa depan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan pendidikan hingga sampai pada momen wisuda ini. Semoga ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk masa depan, membanggakan orang tua dan keluarga, serta bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Anisa. (red/paridah)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250









