- Polres Sumba Timur Amankan Tiga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kawasan Taman Nasional Matalawa
- Polisi Ringkus Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Santri
- Menko Pangan Serap Aspirasi Petani Lampung, Perkuat Pupuk dan Harga Panen
- Badan Bahasa Gandeng Misionaris Jadi Duta Bahasa Indonesia di Dunia
- Muhidin Ingin Pejabat Pemprov Kalsel Diisi SDM Profesional dan Kompeten
- Sekretariat Posyandu Wasaka Kalsel Diresmikan, Hj Fathul Jannah Dorong Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Gubernur Muhidin Lantik Pengurus BAZNAS Kalsel, Tekankan Penyaluran Zakat Tepat Sasaran
- Rakor Posyandu Kalsel Fokus Penguatan SDM, Digitalisasi dan Pelayanan Terpadu
- Penguatan Mitigasi Bencana, BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan ASN
- Gubernur Kalsel Buka Banua Rally 2026, Kalsel Siap Jadi Pusat Sport Tourism Nasional
Sekda Ajak Semua Pihak, Kompak Dan Bersatu Turunkan Angka Stunting Di Kotabaru

Keterangan Gambar : Sekdakab dan Kepala SKPD
Kotabaru, borneopos.com - Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Se Kabupaten Kotabaru di Launching Sekretaris Daerah Kotabaru H. Said Akhmad di Posyandu Melati Desa Batuah Kecamatan Pulau Laut Sigam, Rabu(12/06/2024).
Baca Lainnya :
- AP Warga Kotabaru, Ditemukan Tewas Di Rumah Orang Tuanya Dengan Posisi Tergantung0
- Suwanti : Soal Pengggantian Posisi Ketua DPRD, Itu Kewenangan DPP Partai0
Membuka secara resmi acara, Sekretaris Daerah Kotabaru yang juga sebagai Wakil Ketua I TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) mengatakan bahwa Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang akan dimulai pada Juni 2024 ini menandakan keseriusan pemerintah untuk terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.

"Saya berharap melalui kegiatan ini, akan muncul rasa semangat dalam diri kita dan kompak bersatu untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Kotabaru, dimana pada Tahun 2024 merupakan tahun yang sangat menentukan apakah Kabupaten Kotabaru dapat menurunkan stunting sebesar 14 persen sesuai dengan target yang ditentukan oleh Presiden Joko Widodo," Ucapnya
Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting merupakan aksi gerakan melalui Pendataan, Penimbangan, Pengukuran, Edukasi, Validasi dan Intervensi bagi ibu hamil dan balita secara berkelanjutan, dimana tujuan akhir kegiatan ini adalah penurunan jumlah balita stunting baru.
"Dimana kegiatan intervensi serentak ini bukan bertujuan menurunkan stunting secepat-cepatnya melainkan menjadikan awal perbaikan konvergensi bersama dan tingkat pencegahan/preventif yang lebih masif. Untuk itu diperlukan peran aktif Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) baik di Tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa dalam mengawal perencanaan, pelaksanaan hingga memantau dan mengevaluasi kegiatan," Jelasnya.

Sekretaris Daerah Kotabaru juga menambahkan, agar semua peserta dapat mengikuti kegiatan hari ini dengan baik, sehingga usaha kita bersama untuk menekan angka stunting di Bumi Saijaan dapat terwujud dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daearh Kotabaru juga membacakan arahan Kemendagri tentang 10 pasti pelaksanaan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang diikuti paea tamu undangan lainnya, di antaranya :
1. Memastikan pendataan seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita yang ada diwilayah kerjanya untuk menjadi sasaran.
2. Memastikan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar.
3. Memastikan intervensi pada ibu hamim dan balita yang bermasalah gizi.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan Penyerahan bantuan kepada sasaran yang beresiko stunting, untuk balita, ibu hamil dan catin (Calon Pengantin).
Turut hadir pada kegiatan ini yakni Asisten dan Staf Ahli Bupati Kotabaru, SKPD Lingkup Kotabaru, Camat Pulau Laut Sigam dan Camat Pulau Laut Utara, Kepala Desa Batuah, Satgas Stunting BKKN Provinsi Kalimantan Selatan Perwakilan Kabupaten Kotabaru. (rls/red*)

Baca Lainnya :
- Suwanti Kandidat Kuat Gantikan Posisi Ketua DPRD Kotabaru, Jika Syairi Mundur0
- Duka Di Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kotabaru0
Berita Kotabaru














