- Komitmen Awasi Keuangan Daerah, Bang Tungku: 24 Agustus 2026, Kami akan Demo DPRD Kotabaru
- Bupati Rusli didampingi Forkopimda Lepas Karnaval HUT ke - 81 RI di Kotabaru
- Siaran Pers WALHI Kalsel: 81 Tahun Kemerdekaan, Kalsel Belum Merdeka dari Asap dan Krisis Iklim
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Penampilan dan Dedikasi Paskibraka 2026
- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS
- HUT RI ke-81, Bupati Dan Wakil Bupati Kotabaru Teguhkan Semangat Menuju Kotabaru Hebat
- LPTQ Kotabaru Bina Talenta Qari dan Qariah, Targetkan Tiga Besar MTQ Kalsel
- Pemkab Kotabaru Gelar TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan HUT RI ke-81
- HUT RI ke-81, Polresta Samarinda Bagikan 500 Bendera Merah Putih
Rencana JDU Tanah Bumbu–Kotabaru Dimatangkan, Dukung KEK Mekar Putih

Keterangan Gambar : Sketsa SPAM Tanah Bumbu-Kotabaru
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan perencanaan sistem penyediaan air minum (SPAM) regional Tanah Bumbu–Kotabaru atau Saijaan–Bersujud.
Baca Lainnya :
- Awali Safari Ramadhan, Pemkab Kotabaru Kucurkan Batuan Untuk Tiga Kecamatan0
- Bupati Kotabaru H. Rusli Hadiri Kunker Reses Komisi II DPR RI di Kalsel, Bahas Optimalisasi BUMD0
Program strategis ini disiapkan untuk memperkuat suplai air bersih bagi kawasan penyangga, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta kawasan industri yang berkembang di wilayah tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan bahwa perencanaan SPAM regional Tanah Bumbu–Kotabaru telah dilakukan sejak 2023 hingga 2025, mulai dari real demand survey, kajian lingkungan hingga penyusunan dokumen detail engineering design (DED).
“Artinya perencanaannya sudah matang. Harapannya, SPAM ini nantinya bisa mengalir dan mensupport kebutuhan air bersih untuk kawasan pendukung, kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri,” ujarnya, di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).
Menurut Ryan, jaringan SPAM ini juga direncanakan akan diteruskan hingga ke Pulau Laut yang selama ini memiliki keterbatasan sumber air baku. Keberadaan jaringan SPAM regional dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Salah satu kawasan prioritas yang akan didukung adalah KEK Pelabuhan Mekar Putih yang saat ini terus berkembang. Dengan adanya jaringan distribusi utama tersebut, diharapkan suplai air bersih bagi masyarakat sekitar dan aktivitas industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Sudah banyak perencanaan yang disiapkan untuk mensupport kawasan KEK Pelabuhan Mekar Putih. Kita tahu kawasan ini sedang berkembang, sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026, fokus utama masih pada pengamanan dan pembebasan lahan. Namun hingga kini, lahan yang diajukan kepada pemerintah kabupaten/kota setempat belum sepenuhnya dibebaskan.
“Kami harapkan lahan yang diminta bisa segera dibebaskan oleh teman-teman kabupaten/kota, sehingga pada tahun berikutnya kami dapat menganggarkan kegiatan konstruksinya,” jelas Ryan.
Dari sisi anggaran, estimasi kebutuhan pembangunan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar. Sementara untuk pengembangan jaringan menuju Pulau Laut, perencanaan teknis masih menunggu penyelesaian pembangunan jembatan Pulau Laut.
PUPR Kalsel saat ini tengah mempertimbangkan efisiensi antara penggunaan jaringan pipa bawah laut atau memanfaatkan konstruksi di atas jembatan. Opsi jaringan di atas jembatan dinilai lebih mudah dalam pemeliharaan dibandingkan jaringan bawah laut yang berisiko terganggu aktivitas kapal dan tongkang.
Adapun target penyelesaian proyek secara keseluruhan masih bergantung pada proses pembebasan lahan serta kebijakan pimpinan daerah.
“Dengan perencanaan yang telah disiapkan secara bertahap, Pemprov Kalsel optimistis pembangunan SPAM Regional Tanah Bumbu–Kotabaru dapat menjadi tulang punggung penyediaan air bersih regional sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir selatan Kalimantan Selatan,” tukasnya. (red/mckls)
Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0














