- Maling Pencuri 95 Slop Rokok Kini Diamankan di Polsek Samarinda
- Peringati HARGANAS ke-33, Pemkab Kotabaru Usung Tema *Ayah Wajib Hadir*
- Nikmati Suasana Malam Kotabaru Lewat Fun Bike Night Bersama Disparpora
- Sadrak Sitorus Utusan Kotabaru Berhasil Raih Gold Pada Pesparawi Nasional ke-XIV 2026 di Papua
- Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Bumi Saijaan
- MTQN ke-37 Resmi di Tutup, Kotabaru Naik ke Peringkat 4 dari 13 Kabupaten/Kota
- Buku *Bunda Literasi Banua* Resmi Diluncurkan, Jadi Panduan Praktis Cerdaskan Masyarakat
- Bunda Literasi Kalsel Ajak Seluruh SKPD Bangun Pojok Baca Lewat Semesta Buku 2026
- Peringatan HANI 2026, YPR Kobra dan Dinsos Kalsel Ajak Masyarakat Lawan Narkoba
Penyaluran KUR Kalimantan Selatan Tembus Rp2,22 Triliun, DJPb Perkuat Pengawasan untuk Dorong UMKM

Keterangan Gambar : Penyaluran KUR Kalimantan Selatan Tembus Rp2,22 Triliun, DJPb Perkuat Pengawasan untuk Dorong UMKM
Kalsel, Borneopos.com - Kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kalimantan Selatan hingga 31 Mei 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp2,22 triliun atau 43,04 persen dari target sebesar Rp5,15 triliun, yang telah dimanfaatkan oleh 30.845 debitur.
Baca Lainnya :
- Dari Rawa Menjadi Karya, Museum Lambung Mangkurat Lestarikan Tradisi Purun0
- Polda Kalsel Ringkus 211 Tersangka Tindak Pidana Selama Januari – Juni 20260
Dari total tersebut, penyaluran KUR konvensional mendominasi dengan nilai Rp2,13 triliun atau 95,99 persen, sementara KUR syariah mencapai Rp88,87 miliar atau 4,01 persen.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo menyebutkan secara nasional, Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR dan berada di posisi kedua se-Pulau Kalimantan.
“Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai Rp776,12 miliar atau 35,01 persen yang disalurkan kepada 13.497 debitur. Berdasarkan skema, KUR Mikro mendominasi dengan penyaluran sebesar Rp1,43 triliun atau 64,46 persen kepada 27.794 debitur,” kata Catur, Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).
Secara wilayah, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp385,85 miliar kepada 4.351 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp293,99 miliar kepada 2.906 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp227,89 miliar kepada 3.666 debitur.
Dari sisi lembaga penyalur, BRI menjadi penyalur terbesar dengan nilai Rp1,48 triliun kepada 26.652 debitur. Selanjutnya Bank Mandiri menyalurkan Rp232,75 miliar kepada 1.876 debitur dan BNI sebesar Rp210,83 miliar kepada 660 debitur.
Selain KUR, Catur mengatakan bahwa pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan juga terus berjalan sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Hingga akhir Mei 2026, realisasi pembiayaan UMi mencapai Rp23,49 miliar kepada 4.364 debitur, terdiri atas pembiayaan konvensional sebesar Rp3,70 miliar dan syariah sebesar Rp19,80 miliar.
“Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-28 dari 34 provinsi dalam realisasi penyaluran UMi, sedangkan di tingkat regional menempati posisi ketiga se-Kalimantan,” ucapnya.
Kota Banjarmasin kembali menjadi wilayah dengan penyaluran UMi terbesar sebesar Rp4,76 miliar kepada 814 debitur, disusul Kabupaten Banjar sebesar Rp2,96 miliar kepada 548 debitur dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp2,53 miliar kepada 447 debitur.
Sektor perdagangan mendominasi penerima pembiayaan UMi dengan porsi 98,25 persen. Berdasarkan skema penyaluran, pembiayaan kelompok menjadi yang terbesar dengan nilai Rp19,80 miliar. Sementara itu, PNM menjadi penyalur UMi terbesar dengan realisasi Rp19,80 miliar kepada 3.638 debitur.
Catur menyebutkan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses pembiayaan pemerintah kepada pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Penyaluran KUR dan pembiayaan UMi merupakan instrumen penting untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Kami akan terus memastikan agar pembiayaan ini tersalurkan secara tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
dirinya juga menambahkan, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat fungsi pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama seluruh mitra penyalur.
“Kolaborasi dengan seluruh mitra penyalur akan terus kami tingkatkan agar keberhasilan penyaluran di daerah yang sudah tinggi, seperti Kota Banjarmasin, dapat direplikasi dan diperluas ke seluruh kabupaten/kota. Dengan demikian, distribusi pembiayaan kepada UMKM menjadi lebih merata, akuntabel, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL














