- Jajaran Pemkab Kotabaru Ikuti Pidato Presiden Dalam Rangka HUT ke- 81 di Rapat Paripurna DPRD
- Kolaboasi Dinas PUPR Kotabaru Bersama KODIM 1004 Hasilkan Infrastrktur Jalan dan Jembatan
- Bapperida Kotabaru Siap Fasilitasi Promosi dan Kampanye Inovasi SKPD
- Perkuat Kinerja Birokrasi Pemkab Kotabaru Lantik Pejabat Administrator Dan Pengawas
- Dishub Sukses Gelar HubFest 2026
- Kwarcab Kotabaru Lepas Kontingen Menuju Jambore Nasional ke-XII di Cibubur
- Meriahkan HUT RI ke-81, Disparpora Kotabaru Gelar Turnamen Minisoccer Antar Instansi
- Gubernur Kalsel Muhidin Sambut Kajati Kalsel Baru, Sukarmadji Sumarinton
- Siring Laut Dipenuhi Pecinta Wayang Kulit, Kolaborasi Dewan Kesenian Kotabaru dan PEPADI
- Masuki HUT ke-51, Indocement Catat Laba Periode Berjalan Rp589,6 miliar atau naik 19,2%.
Pemprov Kalsel Perkuat Pengambilan Kebijakan Berbasis Data, Diskominfo Siap Dukung

Keterangan Gambar : Pemprov Kalsel Perkuat Pengambilan Kebijakan Berbasis Data, Diskominfo Siap Dukung Dashboard Ekonomi dan Perdagangan Karbon
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemanfaatan potensi ekonomi karbon daerah.
Baca Lainnya :
- BI Kalsel Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon untuk Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan0
- Pemprov Kalsel Dorong Perdagangan Karbon, Perkuat Ekonomi Berkelanjutan 0
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Karbon Daerah yang dipimpin Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, di Ruang Rapat Besar Lantai 3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).
Eddy menegaskan pentingnya pemanfaatan sistem informasi terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih akurat, cepat, dan berbasis data. Menurutnya, berbagai dashboard informasi yang saat ini tengah dikembangkan akan menjadi instrumen penting dalam mendukung perencanaan dan pengendalian berbagai sektor strategis di Kalimantan Selatan.
“Kami sedang membangun berbagai sistem informasi yang nantinya dapat terintegrasi dalam command center yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika. Salah satunya adalah sistem informasi pengendalian inflasi yang memungkinkan pemerintah memantau pergerakan harga komoditas secara lebih cepat dan akurat,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan, melalui sistem tersebut pemerintah dapat melihat tren harga komoditas dari berbagai daerah secara real time, sehingga langkah antisipasi dan intervensi dapat dilakukan lebih dini sebelum terjadi gejolak yang berdampak pada masyarakat.
Menurut Eddy, pendekatan berbasis data menjadi kebutuhan utama dalam tata kelola pemerintahan modern. Dengan dukungan data yang valid dan terukur, setiap kebijakan yang diambil akan memiliki dasar yang kuat serta meminimalkan keputusan yang hanya berdasarkan asumsi.
“Ke depan kita ingin seluruh pembahasan dan pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan data yang tersedia. Ketika berbicara inflasi, ketahanan pangan, hingga potensi ekonomi karbon, semuanya harus ditunjang oleh data yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim melalui Kepala Bidang Komunikasi Publik, Deddy Noraidi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi yang dibahas dalam rapat tersebut.
Menurut Deddy, Diskominfo siap memfasilitasi integrasi berbagai data dan informasi ke dalam dashboard command center sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital.
“Kami mendukung penuh pemanfaatan sistem informasi yang dikembangkan sebagai bahan dashboard di command center. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan terukur,” ujarnya.
Selain dukungan pada aspek teknologi informasi, Diskominfo juga berkomitmen memperkuat diseminasi informasi kepada masyarakat terkait program transformasi ekonomi yang tengah didorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk pengembangan perdagangan karbon.
Deddy menilai pemahaman masyarakat mengenai ekonomi karbon masih perlu terus ditingkatkan agar manfaat dan peluang yang tersedia dapat dipahami secara luas.
“Kami siap mendukung dari sisi komunikasi publik. Informasi terkait perdagangan karbon dan pemanfaatannya akan terus kami sosialisasikan kepada masyarakat agar mereka memahami konsep, manfaat, serta peluang yang dapat dihasilkan dari program tersebut,” katanya.
Melalui kolaborasi antara perangkat daerah, Bank Indonesia, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis penguatan sistem informasi, pengendalian inflasi, mitigasi bencana, hingga pengembangan ekonomi karbon dapat berjalan lebih efektif guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250





.jpg)






