- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS
- HUT RI ke-81, Bupati Dan Wakil Bupati Kotabaru Teguhkan Semangat Menuju Kotabaru Hebat
- LPTQ Kotabaru Bina Talenta Qari dan Qariah, Targetkan Tiga Besar MTQ Kalsel
- Pemkab Kotabaru Gelar TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan HUT RI ke-81
- HUT RI ke-81, Polresta Samarinda Bagikan 500 Bendera Merah Putih
- Kamaruddin Anggota DPRD Samarinda Angkat Bicara Soal Jalan Rusak di Pemukiman
- Jajaran Pemkab Kotabaru Ikuti Pidato Presiden Dalam Rangka HUT ke- 81 di Rapat Paripurna DPRD
- Kolaboasi Dinas PUPR Kotabaru Bersama KODIM 1004 Hasilkan Infrastrktur Jalan dan Jembatan
- Bapperida Kotabaru Siap Fasilitasi Promosi dan Kampanye Inovasi SKPD
Pemprov Kalsel Dorong Perdagangan Karbon, Perkuat Ekonomi Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Pemprov Kalsel Dorong Perdagangan Karbon untuk Perkuat Green Economy dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengakselerasi pengembangan ekonomi hijau (green economy) sebagai strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pembahasan potensi perdagangan karbon dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Karbon Daerah yang digelar di Ruang Rapat Besar Lantai 3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Dukung Perdagangan Karbon, Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru0
- Penumbuhan WUB Pangan se-Kalsel, Disperin Dorong Penguatan Sektor Industri Pangan0
Rapat tersebut dipimpin Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, serta menghadirkan akademisi dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Eddy Elminsyah Jaya mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat pemahaman sekaligus memetakan potensi ekonomi karbon yang dimiliki Kalimantan Selatan sebagai bagian dari penguatan Green Economy Index daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan banyak masukan dari Prof. Johari, akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat, serta Tenaga Ahli Gubernur Dr. Sugiarto Sumas. Kita membicarakan bagaimana perdagangan karbon dapat menjadi instrumen penguatan Green Economy Index, sekaligus mengetahui sejauh mana kesiapan daerah dalam mengembangkan ekonomi hijau,” ujarnya.
Menurut Eddy, transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau menjadi kebutuhan yang harus dipersiapkan sejak dini. Selain mempertahankan pertumbuhan ekonomi konvensional, daerah juga perlu mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa perdagangan karbon memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemicu (trigger) pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan di masa mendatang.
“Harapan kita, ini menjadi salah satu trigger pertumbuhan ekonomi. Jadi pertumbuhan ekonomi kita tidak hanya bertumpu pada sektor-sektor konvensional, tetapi juga mulai mengarah pada pertumbuhan ekonomi hijau atau green economy yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa pembahasan saat ini masih berada pada tahap pemetaan potensi dan identifikasi peluang ekonomi karbon di daerah. Untuk itu, diperlukan langkah lanjutan berupa kolaborasi lintas perangkat daerah guna memperkuat aspek regulasi, data, dan kajian pendukung.
“Ke depan akan kita elaborasikan lebih lanjut bersama lintas SKPD. Kita perlu penguatan regulasi dan penguatan kajian karena saat ini masih dalam tahap pemetaan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan sekitar tahun 2029 hingga 2030 kita sudah dapat memasuki tahap implementasi dan mulai mengoptimalkan potensi penerimaan dari perdagangan karbon,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat memanfaatkan peluang ekonomi karbon secara optimal, sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan daerah yang lebih hijau, inklusif, serta berkelanjutan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














