- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI
- Dongkrak Ekonomi Lokal, Banjarbaru Ramadhan Festival 2026 Siapkan 150 Booth UMKM Gratis
Pemprov Kalsel Dukung Pengendalian Inflasi Melalui Optimalisasi Distribusi Komoditas Strategis

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perdagangan secara virtual, di Command Center Kalsel di Banjarbaru, Senin (14/7/2025). (foto: MC Kalsel)
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyatakan komitmennya mendukung pengendalian inflasi nasional melalui optimalisasi distribusi komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan bawang putih, sebagaimana dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perdagangan secara virtual, di Command Center Kalsel.
Baca Lainnya :
- Dorong Kreativitas dan Ketahanan Pangan Keluarga, DPKP Kalsel Gelar Lomba Cipta Menu B2SA 20250
- Wagub Kalsel Buka Job Fair 2025 : Perkuat Konektivitas Dunia Usaha dan Pencari Kerja0
Hal ini diwujudkan dengan sinergi antara Tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel dengan Pemerintah Pusat dalam upaya penyaluran minyak goreng rakyat MINYAKITA serta stabilisasi harga beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Untuk komoditas beras, Kalsel termasuk dalam 35 provinsi yang mencatat harga beras premium di atas HET (Harga Eceran Tertinggi), Pemerintah melalui BAPANAS )Badan Pangan Nasional) menargetkan penyaluran beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton hingga akhir 2025, termasuk ke daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga signifikan,” terang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen. Pol. Tomsi Tohir Balaw, di Banjarbaru, pada Senin (14/7/2025).
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa rata-rata harga MINYAKITA di Kalimantan per 10 Juli 2025 berada di angka Rp17.048 per liter, atau 8,59 persen di atas (HET). Namun, tren penurunan harga secara nasional menjadi sinyal positif dari upaya distribusi ke pasar rakyat yang mulai menunjukkan hasil.
Kalsel juga disebut dalam konteks distribusi MINYAKITA yang memerlukan penguatan kerja sama antara BUMN Pangan (Perum BULOG dan ID FOOD) dan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan.
Pemerintah Pusat mendorong agar distribusi dilakukan langsung ke pedagang pengecer di pasar rakyat secara kontinu dan merata guna menekan harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, terkait dengan komoditas bawang putih, realisasi impor nasional baru mencapai 50,14 persen dari alokasi PI yang diterbitkan.
Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda), termasuk Kalsel, didorong untuk memantau dan mendorong distribusi bawang putih secara merata melalui pasar rakyat, terutama mengingat masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas ini (lebih dari 95 persen).
Mendagri dan Kemendag juga mendorong inisiasi kerja sama perdagangan antar wilayah (KAD), untuk memperkuat keterkaitan ekonomi antar daerah produsen dan konsumen.
Kalimantan Selatan memiliki peluang untuk memanfaatkan skema ini, baik sebagai wilayah distribusi maupun potensi penyalur produk unggulan daerah.
Kementerian Perdagangan mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, BUMN Pangan, serta pelaku usaha dalam mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok.
Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan terus memperkuat pemantauan, pelaporan distribusi, serta partisipasi aktif dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. (red/MC Kalsel)
Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Kadinaskop Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai : 2013 Koperasi Merah Putih Telah Terbentuk0
Berita KALSEL



.jpg)
.jpg)

1.jpg)





