- Direktur RSUD Kotabaru Angkat Bicara Soal Pasien Meningal Dunia Usai Menerima Obat Suntik/Infus
- Pelindo Kotabaru Perkuat Budaya Sadar Risiko Melalui Pelatihan Risk Awareness
- Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
- 20 Klien Disabilitas Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD
- Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
- Gubernur Muhidin Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel
- Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
- Ribuan Goweser Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram, Hadiah Umrah Jadi Magnet Utama
- Dinsos Kalsel Lepas 20 Klien Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VIII PRSPD Iskaya Banaran
- Pemprov Kalsel Siapkan 5 Lima Langkah Strategis Tingkatkan Kinerja GWPP
Penumbuhan WUB Pangan se-Kalsel, Disperin Dorong Penguatan Sektor Industri Pangan

Keterangan Gambar : Penumbuhan WUB Pangan se-Kalsel, Disperin Dorong Penguatan Sektor Industri Pangan
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan sektor industri pangan melalui kegiatan Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) Industri Pangan. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan jumlah sekaligus kualitas pelaku usaha industri pangan yang mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.
Baca Lainnya :
- Cegah Pemborosan Pangan, Distan KP Kalsel Gelar Bimtek Penyelamatan Pangan 20260
- Upaya cegah kanker serviks,Pemkab Kotabaru gelar Vaksinasi HPV untuk ASN dan keluarga.0
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan hingga berbagai pangan lokal khas Banua.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat berwirausaha sekaligus membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai dan mengembangkan usaha industri pangan. Potensi lokal yang dimiliki Kalimantan Selatan harus mampu diolah menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi,” ujarnya di Banjarmasin, Senin (22/6/2026).
Menurut Miftahul Chair, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai proses produksi pangan yang baik, tetapi juga dibekali materi tentang pengendalian mutu, pengelolaan keuangan usaha, legalitas usaha, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan perluasan pasar.
“Di era digital saat ini, peluang pasar terbuka sangat luas. Produk lokal tidak lagi hanya dipasarkan di tingkat daerah, tetapi juga berpotensi menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi dan inovasi menjadi kunci penting dalam pengembangan usaha,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri, inovatif, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus menciptakan produk pangan khas Kalimantan Selatan yang semakin dikenal luas.
“Kami ingin melihat semakin banyak generasi muda yang menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Dengan tumbuhnya industri pangan yang kuat dan berdaya saing, maka kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin besar,” pungkasnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













