- Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui Live Info Haji
- Tampil memukau, Kontingen Kotabaru ikuti Pawai Taaruf MTQ Nasional ke-37 tingkat Kalsel
- Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pemkab Kotabaru gelar seminar Regional se - KalSel
- Indocement Tarjun Latih Karyawan dan Stakeholder Terkait Penyelamatan di Ruang Terbatas
- Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
- Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
- 516 Siswa RA-MI Maarif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Percepatan Penurunan Prevelensi Stunting 2024

Keterangan Gambar : Rakor ke-4 Tahun 2024 penurunan prevelensi stunting di Kotabeu, Kamis (29/11/24).
Kotabaru, Borneopos.com -- Rapat koordinasi (rakor) percepatan penurunan stunting (TPPS) kabupaten Kotabaru tahun 2024 di Ballroom hotel grand Surya dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra H.Minngu Basuki, Kamis (28/10/2024).
Baca Lainnya :
- Polres Samosir dan BKO Polda Sumut Kawal Pencoblosan Warga Yang Sakit Dan Disabilitas0
- Paslon 01 Rusli-Syairi Unggul Di TPS 9 Desa Semayap Kotabaru0
Rakor tersebut dihadiri oleh satgas stunting kabupaten Kotabaru dan anggota TPPS, koordinator satgas stunting Provinsi Kalsel, Forkopimda, Kepala SKPD dan camat sekabupaten Kotabaru.
Dalam hal ini Ir.Sri Sulistiyani, M.Ph menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah monitoring dan evaluasi program dan kegiatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting dikabupaten Kotabaru pada tahun 2024.
"Selain itu untuk mengetahui kendala dalam intervensi spesifik dan sensitif dalam pencegahan dan penurunan stunting agar dapat menjadi solusi dan arah kebijakan dalam percepatan dan penurunan stunting tahun 2025," ucapnya.
Adapun aksi nyata yang dihasilkan dari pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui rakor TPPS yaitu melaksanakan penanganan intervensi serentak dikotabaru dan melaksanakan pemanfaatan dana desa serta melaksanakan monitoring dan evaluasi ke kecamatan termasuka desa lokus.
Dan hasil monev yang dilaksanakan diantaranya, TPPS dibeberapa kecamatan mulai aktif, data KRS masih belum tersosialisasi dan dimanfaatkan sesuai amanah pepres 72 tahun 2021 dan SDM dikecamatan, desa dan kader perlu peningkatan kapasitas dan dukungan pembiayaan.
Sementara itu, Asisten pemerintahan dan kesra Minggu Basuki mengatakan melalui monitoring dan evaluasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dapat kita evaluasi sejauh mana program dan kegiatan beserta anggaran yang digunakan dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting dikotabaru apakah capaiannya mencapai target yang telah ditentukan.
"Dengan adanya ini,diketahui kendala dan permasalahan yang ada baik ditingkat kabupaten,kecamatan dan desa dalam upaya menurunkan prevalensi stunting 14% yang merupakan target nasional yang telah ditetapkan ditahun 2024," ucapnya.
Permasalahan yang ada, merupakan faktor determinant dalam prevelensi stunting dikabupaten Kotabaru,yang saat ini sebesar 20,1% pada tahun 2024 dikabupaten Kotabaru seperti indeks ketahanan pangan sebesar 80,5%, padahal stunting ada hubungan yang erat dalam kemiskinan ekstrim dan perekonomian keluarga yang masih miskin.
"Dalam hal ini pemberian bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil,bantuan sosial,bantuan sembako,bantuan pengurusan BPJS kesehatan serta pemanfaatan pekarangan serta edukasi gizi seimbang pada isi piringku bagi ibu hamil dan balita," jelsnya.
Dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting masing menunggu kebijakan presiden RI Prabowo apakah program dan kegiatan pada tahun 2025 seperti makan siang gratis pada anak sekolah atau yang lainnya berdasarkan RPJMD tahun 2025 s/d 2029.
"Saya meapresiasi yang setinggi tingginya dari semua pihak yang terlibat dalam kegiatan rakor TPPS terkait monitoring dan evaluasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dikabupaten Kotabaru,saya harapkan agar dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab dari setiap SKPD yang berhadir dihari ini," harapnya. (ril/red)

Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
Berita Kotabaru












