- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
- Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita
- Kepala BKN RI Apresiasi Pemkab Kotabaru, Bersih Dari Isu Negatif Kepegawaian
- Geospasial Banua Award 2026; Kotabaru Raih Juara Harapan 2
- Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
- Lantik 41 Kepala Desa, Pesan Bupati Kotabaru: Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat
- Diskominfo Kotabaru Perkuat Sinergitas dengan Media Guna Penyebarluasan Informasi Pembangunan
Opini | Kanal Veteran, *Matinya Fungsi Sungai*

Keterangan Gambar : Noorhalis Majid
Oleh: Noorhalis Majid
Kalsel, Borneopos.com - Jangan senang dulu dengan pembangunan Kanal Veteran yang seolah memberi harapan. Coba lihat di ujungnya, persis di depan Tampekong, sedang dibangun pintu air. Kelak kalau sudah selesai, pintu air ini justru menjadi masalah bagi Kanal Veteran itu sendiri. Kabarnya, pintu air ini bahkan dibangun di sejumlah tempat. Termasuk di sungai Gardu, muara sungai Guring, sungai Keramat dan muara sungai Kelayan.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Terapkan Transformasi Budaya Kerja ASN, WFH Setiap Jumat0
- RSUD Ulin Banjarmasin Terima Pembinaan Tata Kelola dan Layanan Kanker dari RS Kanker Dharmais0
Dalihnya sebagai pengendali banjir. Namun jangan lupa, kontur tanah yang rawa serta gambut, memungkinkan air masuk dari mana saja. Mungkin di Kanal Veterannya dapat sedikit dikendalikan, tetapi di kolong-kolong rumah dan selokan yang tersebar di setiap lingkungan hunian warga, menyebabkan air mengalir dari segala alur yang bisa dilewati.
Belum lagi terhadap fungsi sungai dan upaya memulihkan budaya sungai. Saat pintu air selesai dibangun, ketika itulah harapan untuk memulihkan fungsi sungai sebagai sarana transportasi, dan kehidupan budaya sungai, akan terhenti dan tinggal mimpi. Lihat saja pintu air yang sudah dibangun, baik di sungai Tatas atau pun sungai Belasung, keberadaannya telah mematikan fungsi sungai. Mengerucut hanya menjadi sarana pengelolaan drainase.
Penting untuk diketahui, dahulu di sungai Veteran, jukung tiung bisa melewatinya. Pedagang kecil, dapat menjual dagangannya melalui perahu dan menyambangi rumah-rumah yang dilewatinya. Mimpi memulihkan sungai Veteran, tidak sekedar agar air mengalir atau sebatas dranase besar yang menampung curah hujan serta air pasang. Tujuannya juga agar budaya sungai kembali hidup, termasuk budaya transportasi air yang unik dan menjadi ciri khas bagi kota Banjarmasin.
Bahkan di sungai tersebut, kebudayaan marga Tionghoa yang berbaur dengan kebudayaan Banjar, dapat turut dipulihkan. Berbagai tradisi seperti Peh Cun, yaitu karnaval beraroma budaya Tionghoa saat sungai sedang pasang dalam, serta budaya sembahyang bulan dan pawai mengelilingi 7 jembatan. Semua kebudayaan yang pernah hidup di masa lampau, sangat mungkin dipulihkan, manakala kanal Veteran kembali difungsikan dan tidak sekedar menjadi selokan besar penampung air.
Tentu sudah banyak masukan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai pelaksana proyek, agar bentuk pintu air yang dibangun tidak justru mematikan fungsi sungai. Buatlah pintu air yang ramah dengan sarana transportasi air. Bahkan secara teknis sangat mungkin dibuat seramah mungkin dengan segala fungsi dan kebudayaan sungai warga Banjarmasin.
Diharapkan, pembangunan kanal Veteran dan pintu airnya, benar-benar menjadi solusi. Bukan justru menjadi masalah baru yang tidak membanggakan, karena fungsi sungai yang dimimpikan ternyata justru mati dengan keberadaan pintu air.(*)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250



.jpg)










