Menteri Pertanian RI Luncurkan Biodiesel B-50 Dari Batulicin

Reported By Pimred Borneo Pos 18 Agu 2024, 21:59:28 WIB KALSEL
Menteri Pertanian RI Luncurkan Biodiesel B-50 Dari Batulicin

Keterangan Gambar : Penekanan tombol simbolis secara bersama, Minggu (18/08/2024).




Borneopos.com, BATULICIN - Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meresmikan peluncuran Biodiesel B-50 pada Minggu (18/08/2024) di Pabrik Biodiesel PT Jhonlin Agro Raya (JAR), Tbk, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.


Baca Lainnya :

Acara yang berlangsung meriah ini dimulai dengan penekanan tombol simbolis oleh Mentan Andi Amran Sulaiman, didampingi oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, Duta Besar Safri Syamsudin, dan pengusaha Haji Isam. 


Penekanan tombol ini menandai pengisian pertama bahan bakar nabati (BBN) Biodiesel B-50 di pabrik tersebut, sebuah momen penting yang menjadi tonggak baru dalam perjalanan energi terbarukan Indonesia.


Dalam sambutannya, Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan produksi minyak sawit dalam negeri sebagai bahan baku energi terbarukan, tanpa mengganggu kebutuhan minyak sawit untuk pangan, industri, dan ekspor.


Ia menyampaikan bahwa pengembangan kebun sawit untuk energi ini akan difokuskan pada kawasan-kawasan yang telah terdegradasi, sehingga tidak mengorbankan lahan produktif lainnya.




"Indonesia mampu menjadi negara dengan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi yang semakin kuat, terutama yang bersumber dari energi baru terbarukan seperti biodiesel," ujar Amran penuh optimisme. 


Amran juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ketersediaan energi dengan harga terjangkau, sambil tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.


Amran juga menjelaskan bahwa Indonesia telah memulai langkah implementasi energi terbarukan sejak 2015 dengan penggunaan B15, yang kemudian berkembang menjadi B20 pada 2019, B30 pada 2022, dan B35 yang sudah diterapkan sejak 2023.


"Peluncuran Biodiesel B-50 ini adalah langkah lanjutan yang diharapkan dapat semakin mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM)," terang Amran


Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa dengan program prioritas energi nasional seperti implementasi biodiesel B-50 dan bioetanol E10, pemerintah bertekad untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) secara nasional.


Hal ini, selain menekan impor, juga dapat menghemat devisa negara hingga Rp 300-400 triliun per tahun yang selama ini terbebani oleh impor solar. 




Penggunaan minyak sawit dalam biodiesel juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasar ekspor sawit yang sering kali menghadapi berbagai hambatan dan kampanye negatif di pasar internasional.


Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, atau yang akrab disapa Paman Birin, turut memberikan apresiasi tinggi kepada PT Jhonlin Agro Raya atas inisiatifnya dalam mengembangkan program Biodiesel B-50. 


Menurutnya, peluncuran ini menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pionir dalam pelaksanaan B-50 di Pulau Kalimantan.


"Kami sangat menyambut baik program ini, yang sejalan dengan program Pemprov Kalsel untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)," ungkap Paman Birin. 


Ia juga menambahkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 400 ribu hektar lahan kelapa sawit, di mana 24 persen dikelola oleh rakyat, menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program B-50 ini.




Gubernur Paman Birin menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pemanfaatan minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku biodiesel yang terbarukan melalui B-50.


Gubernur berharap program ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian di Kalimantan Selatan.


"Harapan kami, program ini dapat membawa manfaat yang luas, tidak hanya bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan," pungkas Paman Birin.


Dengan diluncurkannya Biodiesel B-50, Indonesia semakin mempertegas posisinya sebagai negara yang berkomitmen pada kemandirian energi dan keberlanjutan lingkungan.(red)




Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment