- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
MenPAN-RB Dorong Transformasi Pelatihan ASN Berbasis Dampak Sistemik

Keterangan Gambar : Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan pentingnya transformasi sistem pelatihan aparatur sipil negara (ASN) untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi internasional bertajuk Systemic Impact through Transformative Training yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerja sama dengan German Institute of Development and Sustainability (IDOS) di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Jakarta, Borneopos.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan pentingnya transformasi sistem pelatihan aparatur sipil negara (ASN) untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Soroti Tantangan UMKM, Dorong Penguatan Daya Saing dan Perlindungan Pasar0
- Menteri LH Apresiasi Kemajuan Banjarbaru, Tekankan Peran Strategis sebagai Ibu Kota Kalsel0
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi internasional bertajuk Systemic Impact through Transformative Training yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerja sama dengan German Institute of Development and Sustainability (IDOS) di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dalam sambutannya, Rini menekankan bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak lagi sekadar menyusun kebijakan, melainkan memastikan implementasi yang efektif di tengah kompleksitas sistem nasional.
“Kebijakan tanpa manusia hanyalah selembar kertas, sementara manusia tanpa kebijakan akan kehilangan arah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi skala sistem yang besar, dengan puluhan juta penduduk, jutaan perusahaan, serta ratusan badan usaha milik negara, sehingga diperlukan pendekatan kebijakan yang adaptif dan berorientasi hasil.
Menurut Rini, reformasi birokrasi Indonesia 2025–2045 mengusung paradigma baru, yakni penyelesaian masalah sebagai inti reformasi. Pemerintah menerapkan tiga prinsip utama, yaitu sinergi kebijakan lintas sektor, pembelajaran berkelanjutan dari pengalaman, serta fokus pada implementasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menambahkan, capaian indeks kinerja Indonesia pada 2024 menunjukkan peningkatan signifikan di tingkat regional dan global, sebagai hasil dari fokus pada penguatan kebijakan dan manajemen SDM ASN.
Rini juga menyoroti perubahan pendekatan pelatihan ASN dari berbasis kegiatan (event-based) menjadi berbasis ekosistem pembelajaran. Melalui konsep corporate university, pemerintah menerapkan model Model 70:20:10 yang menekankan:
70% pembelajaran melalui pengalaman langsung (learning by doing),
20% melalui kolaborasi dan pembinaan (coaching),
10% melalui pelatihan formal.
“Fokus kita bukan lagi berapa banyak ASN yang dilatih, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi birokrasi. Menurutnya, kemitraan dengan sektor swasta, lembaga pendidikan, dan mitra pembangunan menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang adaptif sesuai kebutuhan nasional.
Ia juga menegaskan bahwa inklusi harus menjadi bagian integral dari desain kebijakan dan pelayanan publik.
“Ukuran keberhasilan adalah apakah kebijakan ini benar-benar membantu masyarakat—mulai dari ibu di Papua hingga nelayan di Maluku,” ujarnya.
Sebagai langkah ke depan, pemerintah mendorong penguatan riset bersama terkait dampak pelatihan ASN, program pertukaran talenta antarlembaga, serta pengembangan kurikulum kepemimpinan publik global.
Konferensi ini diharapkan menjadi forum strategis untuk memperkuat transformasi birokrasi yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan peningkatan kualitas layanan publik.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250


.jpg)
1.jpg)










