Breaking News
- Uji Publik Roadmap Geopark di Kotabaru, Sejumlah Obyek Wisata Masuk Daftar
- Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama 2026
- Disparpora Kotabaru Lestarikan Budaya Suku Mandar Lewat Festival Katir Race Mini dan Pesta Rakyat
- Ditengah Terik Musim Kemarau, Bangunan Eks PT. Misaya Mitra Kotabaru Diamuk Sijago Merah
- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
Kebijakan Gubernur Berdampak Positif Pada Layanan Kesehatan di RSUD dr. H. Jusuf SK

Keterangan Gambar : (Foto : dkisp/istimewa)
Borneopos.com, TARAKAN – Dalam memastikan pelayanan kesehatan tercapai dengan baik di masyarakat, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., memberikan kebijakan yaitu membebaskan biaya pelayanan kemoterapi pada layanan Bedah Onkologi dan Hematologi Onkologi di RSUD dr. H Jusuf SK.
Dikonfirmasi langsung Pelaksana Tugas (Plt). Direktur RSUD dr. H Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp. PK., menyampaikan masuknya surat diskresi dari BPJS tidak dapat dipenuhi, salah satunya dikarenakan jadwal dokter yang disepakati tidak bisa diklaimkan ke BPJS, Senin (2/9).
“Kebijakan Bapak Gubernur Zainal sangat berdampak positif di RSUD dr. H. Jusuf SK, terutama untuk pasien yang sedang menjalankan kemoterapi, jika dirujuk jadwal terapi akan berubah menyesuaikan dengan tempat yang dirujuk,” katanya.
Sebab, di rumah sakit mana pun jadwal kemoterapi itu mengikuti antrian terjadwal, dan saat ini ada kurang lebih 16 orang pasien.
dr. Budy menuturkan melalui kebijakan orang nomor satu di Kaltara tersebut, maka pelaksanaan melanjutkan layanan kesehatan kemoterapi dapat dilakukan sampai selesai dan beragam sesuai jadwal pasien.
Ia menjelaskan pihak RSUD dr. H. Jusuf SK saat ini sedang melakukan pendekatan dengan beberapa rumah sakit baik di Jawa, Sulawesi dan Kalimantan, juga dengan pusat pendidikan spesialis agar dalam waktu dekat bisa mendapatkan spesialis – spesialis yang dibutuhkan.
“Mohon masyarakat agar dapat bersabar dan memaklumi, kami dari Pemerintah Provinsi maupun Manajemen RSUD dr. H. Jusuf SK sedang berupaya keras untuk menyiapkan tenaga – tenaga dokter Spesialis Konsultan yang dibutuhkan mengingat banyaknya jumlah pasien yang harus di kemoterapi,”tuntasnya. (rls/dkisp/fitria)
Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



1.jpg)
.jpg)









